Presiden Iran: Pembunuhan Khamenei Deklarasi Perang terhadap Muslim!

Presiden Iran: Pembunuhan Khamenei Deklarasi Perang terhadap Muslim!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 02 Mar 2026 14:05 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto; Reuters)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto; Reuters)
Jakarta -

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, adalah deklarasi "perang terbuka" terhadap Muslim, khususnya Syiah, di seluruh dunia.

Dalam pesannya, Pezeshkian menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Khamenei, pemimpin besar umat Islam, di tangan "para penindas yang paling jahat".

"Peristiwa ini adalah ujian terbesar bagi dunia Muslim saat ini," katanya.

"Pembunuhan tokoh politik tertinggi Republik Islam Iran dan otoritas keagamaan terkemuka di dunia Syiah oleh poros Amerika-Zionis yang kejam, dianggap sebagai deklarasi perang terbuka terhadap Muslim, khususnya Syiah, di seluruh dunia," tambahnya, dilansir media Iran, Press TV, Senin (2/3/2026).

Ia mengatakan Ayatollah Khamenei adalah pemimpin "agung dan suci" yang memberikan integritas dan kehormatan kepada bangsa Iran dan merupakan duri dalam daging bagi musuh-musuh Islam dan Iran.

"Republik Islam Iran menganggap upaya pembalasan dan membalas dendam kepada para pelaku dan penghasut kejahatan bersejarah ini sebagai tugas dan haknya yang sah, dan akan menggunakan kekuatan maksimalnya untuk memenuhi tanggung jawab besar ini," kata Pezeshkian.

Ayatollah Khamenei gugur dalam serangan Israel dan Amerika Serikat pada hari Sabtu lalu. Kabinet pemerintah Iran pada hari Minggu mengumumkan 40 hari masa berkabung nasional dan tujuh hari libur setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi itu.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa 48 pemimpin Iran telah tewas dalam serangan AS dan Israel ke negara tersebut. Trump menyebut operasi militer AS terhadap Iran sebagai "kesuksesan".

"Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kita raih, sebanyak 48 pemimpin telah tewas dalam satu serangan. Dan ini berlangsung dengan cepat," kata Trump dalam wawancara dengan media AS, Fox News, seperti dilansir AFP, Senin (2/3/2026).

Trump mengklaim kesuksesan secara keseluruhan dalam perang tersebut, yang diluncurkan pada Sabtu (28/2) waktu setempat, dengan tujuan menyingkirkan kepemimpinan Iran dan menghancurkan militer negara tersebut.

Menurut Trump, situasi setelah serangan AS-Israel terhadap Iran itu "sangat positif".

"Kita melakukan pekerjaan kita bukan hanya untuk kita, tetapi untuk dunia. Dan semuanya berjalan lebih cepat dari jadwal," ucap Trump dalam wawancara terpisah dengan media AS lainnya, CNBC.

Simak Video 'Tak Ada Kata dari Trump Saat Sampai di Gedung Putih':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait