Pemerintah Taliban yang berkuasa di Afghanistan mengatakan ingin menyelesaikan konflik dengan Pakistan melalui "dialog dan perdamaian". Hal ini setelah bentrokan perbatasan terbaru meletus antara kedua negara yang bertetangga ini.
"Kami telah berulang kali menekankan solusi damai dan masih menginginkan masalah ini diselesaikan melalui dialog," kata juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, dalam konferensi pers di Kandahar, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (28/2/2026).
Mujahid mengatakan bahwa pesawat-pesawat militer Pakistan "masih mengudara di atas Afghanistan", beberapa jam setelah Islamabad melancarkan serangan udara terhadap Kabul dan Kandahar serta kota-kota lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mujahid, sedikitnya 13 tentara Afghanistan tewas dan 22 personel lainnya luka-luka dalam bentrokan dengan Pakistan. Sekitar 13 warga sipil lainnya juga mengalami luka-luka.
Dalam pernyataannya, Mujahid menyebut Pakistan "tidak menunjukkan kemauan untuk menyelesaikan masalah melalui dialog".
Dia mengklaim 55 tentara Pakistan telah tewas dan banyak lainnya terluka dalam bentrokan perbatasan, dengan 19 pos hancur. "Kami memiliki 23 jenazah tentara Pakistan, selain beberapa lainnya yang ditangkap, yang jumlahnya akan kami umumkan nanti," sebut Mujahid.
Lebih lanjut, dia membantah tuduhan Pakistan soal Taliban Pakistan menggunakan wilayah Afghanistan untuk melancarkan serangan di wilayah Pakistan.
Afghanistan dan Pakistan terlibat bentrokan sengit sejak Kamis (26/2) malam. Kabul mengumumkan serangan perbatasan terhadap Pakistan sebagai balasan atas serangan udara yang dilancarkan Islamabad sebelumnya.
Pakistan membalas dengan membombardir sejumlah wilayah di Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, Kandahar dan Paktia, pada Jumat (27/2) pagi.
Juru bicara Perdana Menteri Pakistan untuk media asing, Mosharraf Zaidi, seperti dilansir Al Jazeera, mengklaim 287 petempur Afghanistan telah tewas dan lebih dari 450 petempur lainnya mengalami luka-luka.
Sementara Menteri Pertahanan (Menhan) Pakistan, Khawaja Asif, mengumumkan bahwa kedua negara kini berada dalam "perang terbuka". "Kesabaran kami telah mencapai batasnya. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan Anda (Afghanistan-red)," tegas Asif dalam pernyataannya.
Tonton juga video "Pakistan Klaim Hantam 22 Target Militer Afghanistan, 274 Pejabat Taliban Tewas"










































