Pemerintah Iran menawarkan bantuan untuk memfasilitasi dialog antara Afghanistan dan Pakistan yang kembali terlibat pertempuran pekan ini. Islamabad sebelumnya menyatakan kedua negara berada dalam "perang terbuka", setelah Pakistan membombardir beberapa wilayah Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul.
Tawaran untuk memfasilitasi dialog itu, seperti dilansir AFP, Jumat (27/2/2026), disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, dalam pernyataan terbaru via media sosial X.
"Republik Islam Iran siap memberikan bantuan apa pun yang diperlukan untuk memfasilitasi dialog, dan meningkatkan kesepahaman dan kerja sama antara kedua negara," kata Araghchi dalam tawarannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran, yang berbagi perbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan, telah menjalin hubungan dekat dengan Islamabad dan juga terlibat dengan otoritas Taliban yang kini menguasai Kabul. Meskipun Teheran belum secara resmi mengakui kekuasaan Taliban di Afghanistan.
Saat pertempuran pecah antara kedua negara pada Oktober tahun lalu, Iran juga menawarkan diri untuk menjadi mediator.
Pertempuran terbaru antara Afghanistan dan Pakistan kembali terjadi setelah gencatan senjata yang rapuh berlaku sejak Oktober tahun lalu, dengan dimediasi oleh Qatar dan Turki, menyusul gelombang kekerasan lintas perbatasan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Militer Pakistan membombardir beberapa provinsi di Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat (27/2) pagi. Pakistan menyebut pasukannya merespons serangan yang terlebih dahulu dilancarkan oleh pasukan Afghanistan pada Kamis (26/2) malam.
Namun pemerintahan Taliban menyebut serangan terhadap pos-pos perbatasan di wilayah Pakistan pada Kamis (26/2) malam itu merupakan balasan atas serangan udara mematikan sebelumnya.
Otoritas Pakistan mengklaim pasukan militernya menewaskan 133 petempur Taliban Afghanistan dalam serangannya. Sedangkan otoritas Taliban mengumumkan serangan balasan telah dilancarkan dan menewaskan 55 tentara Pakistan, dengan beberapa tentara lainnya ditangkap hidup-hidup.
Hubungan kedua negara tegang akibat perselisihan berkepanjangan terkait tuduhan Pakistan soal Afghanistan melindungi militan yang melancarkan serangan-serangan di wilayah perbatasan Pakistan. Pemerintah Taliban membantah tuduhan tersebut.
Menteri Pertahanan (Menhan) Pakistan, Khawaja Asif, dalam pernyataannya menyebut "konfrontasi habis-habisan" dilakukan dengan pemerintah Taliban di Afghanistan. Asif juga mengumumkan bahwa kedua negara kini berada dalam "perang terbuka".
"Kesabaran kami telah mencapai batasnya. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan Anda (Afghanistan-red)," tegas Asif dalam pernyataannya.
Tonton juga video "Pakistan Perang Terbuka dengan Taliban!"











































