Korea Utara memiliki 'direktur jenderal rudal' yang diisi oleh seorang remaja. Bukan ABG biasa, kursi Dirjen Rudal Korut itu dijabat oleh putri Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un.
Adalah Kim Ju Ae, putri Kim Jong Un yang berusia 13 tahun itu dinilai oleh intelijen Korea Selatan (Korsel) telah bertindak sebagai 'direktur jenderal (dirjen) rudal'. Media Korea Selatan, Chosun Daily yang mengutip sumber pemerintah tingkat tinggi yang mengetahui masalah tersebut, mengatakan bahwa badan intelijen Korsel memperoleh laporan bahwa putri Kim Jong Un itu telah diangkat ke posisi tersebut.
Meski Jang Chang-ha secara resmi terdaftar sebagai direktur administrasi rudal itu, informasi intelijen menunjukkan kalau putri Kim menerima pengarahan dari para jenderal dan mengeluarkan perintah-perintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media pemerintah Korea Utara pertama kali mengonfirmasi keberadaannya pada November 2022, dan hanya menyebutnya sebagai 'anak kesayangan' ketika ia menemani Kim pada peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-17. Namanya belum pernah diungkapkan secara resmi oleh Pyongyang.
Ju Ae memang disebut-sebut sebagai penerus Kim. Pemimpin Korut itu berkali-kali membawa putrinya itu ke acara penting seperti memantau peluncuran rudal balistik antarbenua, inspeksi senjata hingga kongres partai.
Dalam salah satu foto yang dirilis media pemerintah Korut, Ju Ae juga datang ke mausoleum atau Istana Matahari Kumsusan bersama ayah-ibunya dan beberapa pejabat Korut. Kunjungan ini mempertegas dugaan dia menjadi calon penerus rezim di negara tersebut.
Resmikan Perumahan Keluarga Tentara
Korea Utara telah menyelesaikan pembangunan distrik perumahan baru di Pyongyang untuk keluarga tentaranya yang gugur saat bertempur bersama pasukan Rusia di Ukraina. Dalam peresmiannya, Kim Jong Un mengajak putrinya Kim Ju Ae.
Dilansir NBC News, Rabu (18/2/2026), media pemerintah Korut menampilkan Kim Jong Un berjalan melalui jalan baru-yang disebut Jalan Saeppyol- dan mengunjungi rumah-rumah beberapa keluarga tentara bersama putrinya yakni Kim Ju Ae. Kim Jong Un berjanji untuk membalas budi para tentaranya yang mengorbankan hidupnya untuk Tanah Air.
Dalam pidatonya, Kim mengatakan distrik baru itu melambangkan 'semangat dan pengorbanan para prajurit yang gugur, menambahkan bahwa rumah-rumah itu dimaksudkan untuk memungkinkan keluarga yang berduka untuk "berbangga dengan putra dan suami mereka dan hidup bahagia."
Kim mengatakan dia telah mendorong untuk menyelesaikan proyek tersebut 'bahkan satu hari lebih awal' dengan harapan itu dapat membawa 'sedikit penghiburan' bagi keluarga para prajurit.
Kim Ju Ae Calon Penerus
Kim Jong Un dikabarkan telah menetapkan Kim Ju Ae sebagai calon penerusnya. Ada momen-momen penting yang diyakini sebagai tanda Ju Ae telah ditunjuk sebagai 'sang pewaris' Korut.
Dilansir AFP, kabar soal keputusan Kim Jong Un menetapkan Ju Ae sebagai penerusnya disampaikan seorang anggota parlemen Korea Selatan, Lee Seong-kweun. Informasi itu disampaikan setelah Lee mendapar pengarahan dari Badan Intelijen (NIS). Lee mengatakan NIS menilai Ju Ae kini secara jelas 'ditunjuk sebagai penerus'.
Salah satu indikator penunjukan Ju Ae ialah semakin seringnya Ju Ae tampil dalam acara resmi kenegaraan. Menurut Lee, NIS juga melihat tanda-tanda Ju Ae mulai dilibatkan dalam pembahasan kebijakan pemerintah.
Keluarga Kim telah memerintah Korea Utara selama beberapa dekade dengan kultus 'garis keturunan Paektu' yang sangat kuat. Dalam beberapa tahun terakhir, Ju Ae telah terlihat di hadapan publik saat mendampingi Kim Jong Un di berbagai agenda strategis, termasuk kegiatan militer dan acara kenegaraan.
Media pemerintah Korea Utara pada Januari lalu menampilkan Ju Ae saat memberi penghormatan bersama ayahnya di Istana Matahari Kumsusan, tempat persemayaman Kim Il Sung dan Kim Jong Il. Momen itu dinilai semakin memperkuat spekulasi statu Ju Ae menjadi penerus.
Sosok Kim Ju Ae
Ju Ae merupakan putri Kim Jong Un dan istrinya, Ri Sol Ju. Media pemerintah Korea Utara pada Januari lalu menampilkan Ju Ae saat memberi penghormatan bersama ayahnya di Istana Matahari Kumsusan, tempat persemayaman Kim Il Sung dan Kim Jong Il.
Momen itu dinilai memperkuat spekulasi soal statusnya menjadi penerus. Media pemerintah di Korea Utara, yang biasanya tidak menyebut namanya, sekarang sering menggambarkan Kim Ju Ae sebagai 'yang dicintai' atau 'yang dihormati' atau 'tokoh besar yang membimbing'.
Kemunculan Ju Ae juga dianggap sebagai upaya melunakkan citra ayahnya sebagai diktator yang kejam. Ju Ae pernah menemani Kim Jong Un ke Beijing untuk parade militer terbesar yang pernah diadakan di China, di mana dia terlihat turun dari kereta lapis baja di Stasiun Kereta Api Beijing.
Dia sering tampil dengan rambut panjang, yang dilarang bagi orang-orang seusianya, dan mengenakan pakaian rancangan desainer, yang tidak terjangkau bagi kebanyakan orang di Korut.
Lihat juga Video: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Peluncuran Rudal Jelajah Strategis











































