Putri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Ju Ae, melakukan kunjungan pertamanya ke mausoleum yang merupakan makam kakek dan buyutnya, para mantan pemimpin Korea Utara. Apakah hal ini merupakan tanda-tanda suksesi penerus Kim Jong Un?
Dilansir AFP, pada Jumat (26/12/2025) lalu, Pyongyang telah secara signifikan meningkatkan uji coba rudal dalam beberapa tahun terakhir, yang menurut para analis, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi, menantang Amerika Serikat serta Korea Selatan, dan menguji senjata sebelum mengekspornya ke Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola pemerintah melaporkan Kim telah memerintahkan pabrik-pabrik yang dikunjunginya untuk bersiap menghadapi tahun yang sibuk di depan. Dia mengatakan mereka perlu 'memperluas kapasitas produksi secara keseluruhan" untuk mengimbangi permintaan dari angkatan bersenjata Pyongyang dan memerintahkan pembangunan pabrik amunisi baru'.
"Sektor produksi rudal dan peluru sangat penting dalam memperkuat pencegahan perang," kata Kim.
Siap Menghancurkan Musuh
Terbaru, Kim Jong Un mengklaim kemampuan sistem peluncur roket multiple buatan negaranya mampu "menghancurkan musuh". Klaim ini disampaikan Kim Jong Un ketika mengunjungi sebuah pabrik yang memproduksi sistem persenjataan tersebut.
Kunjungan Kim Jong Un ke pabrik tersebut, seperti dilansir AFP, Selasa (30/12/2025), dilaporkan pada Selasa (30/12), atau sehari setelah Pyongyang mengumumkan telah melakukan uji tembak dua rudal jelajah jarak jauh strategis sebagai bentuk "kesiapan tempur" terhadap ancaman asing.
Didampingi oleh para pejabat tinggi dari program rudal Korut, menurut laporan kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) yang dikelola pemerintah, Kim Jong Un mengatakan sistem senjata baru tersebut akan berfungsi sebagai "sarana serangan utama" militer Korut.
Kim Jong Un, sebut KCNA, juga mengatakan bahwa sistem roket multiple itu merupakan "sistem senjata super ampuh karena dapat memusnahkan musuh melalui serangan mendadak dan tepat sasaran dengan akurasi tinggi dan daya hancur yang dahsyat".
Sistem persenjataan ini, menurut KCNA, akan "digunakan dalam jumlah besar untuk serangan terkonsentrasi dalam operasi-operasi militer".
Putri Kim Jing Un Kunjungi Mausoluem Kakek dan Buyut
Putri pemimpin Korea Utara, Kim Ju Ae, melakukan kunjungan pertamanya ke mausoleum yang merupakan makam kakek dan buyutnya, para mantan pemimpin Korea Utara. Kunjungan Kim Ju Ae ini menandakan posisinya saat ini yang disebut-sebut akan menjadi pemimpin Korea Utara selanjutnya.
Dilansir AFP, Jumat (2/1/2026), Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan Kim Jong Un mengunjungi istana didampingi para pejabat tinggi. Dalam laporan tersebut terlihat juga ada putrinya, Ju Ae, di sana.
Badan intelijen Korea Selatan mengatakan tahun lalu Ju Ae saat ini sudah paham bahwa dia akan meneruskan tahta Korea Utara setelah ia menemani ayahnya dalam kunjungan penting ke Beijing.
Ju Ae diperkenalkan kepada dunia secara publik pada tahun 2022, ketika ia menemani ayahnya ke peluncuran rudal balistik antarbenua.
Media pemerintah Korea Utara sejak itu menyebutnya sebagai "anak kesayangan", dan "tokoh besar pembimbing" -- "hyangdo" dalam bahasa Korea -- istilah yang biasanya diperuntukkan bagi para pemimpin tertinggi dan penerusnya.
Garis Keluarga Kim
Diketahui, keluarga Kim telah memerintah Korea Utara selama beberapa dekade, dan kultus kepribadian yang mengelilingi apa yang disebut "garis keturunan Paektu" mendominasi kehidupan sehari-hari di negara yang terisolasi ini.
Kim Jong Un adalah orang ketiga dalam garis suksesi untuk memerintah di satu-satunya monarki komunis di dunia, setelah ayahnya Kim Jong Il dan kakeknya Kim Il Sung.
Kedua pria tersebut -- yang dijuluki "pemimpin abadi" dalam propaganda negara -- dimakamkan di Istana Matahari Kumsusan, sebuah mausoleum besar di pusat kota Pyongyang.
Tonton juga video "Kode Keras Korut! Kim Jong Un Keliling Pabrik Rudal"











































