Wapres AS Ingatkan Iran untuk Tanggapi Serius Ancaman Serangan

Wapres AS Ingatkan Iran untuk Tanggapi Serius Ancaman Serangan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 26 Feb 2026 09:15 WIB
Wapres Amerika Serikat JD Vance (Foto: Oliver Contreras/Pool via REUTERS Purchase Licensing Rights)
Wapres Amerika Serikat JD Vance (Foto: Oliver Contreras/Pool via REUTERS Purchase Licensing Rights)
Jakarta -

Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat JD Vance mengingatkan Iran untuk menanggapi ancaman aksi militer Washington dengan "serius". Ini disampaikannya sehari setelah Presiden AS Donald Trump terlihat menyampaikan alasan untuk perang dalam pidato kenegaraannya.

Saat pasukan AS dikerahkan di Timur Tengah, Trump mengklaim dalam pidatonya di Kongres pada hari Selasa lalu, bahwa Iran sedang berupaya mengembangkan rudal yang dapat mencapai wilayah Amerika Serikat.

Trump juga menuduh Teheran memiliki "ambisi nuklir yang jahat" dan berupaya membangun kembali program nuklir yang menjadi target serangan AS tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui bahwa AS dan Iran akan kembali menggelar pembicaraan lanjutan mengenai program nuklir Iran pada hari Kamis (26/2) waktu setempat. Vance mengatakan bahwa meskipun Trump akan mencoba membuat Iran mencapai kesepakatan secara "diplomatik," presiden AS itu juga memiliki "hak" untuk menggunakan aksi militer.

ADVERTISEMENT

"Anda tidak bisa membiarkan rezim paling gila dan terburuk di dunia memiliki senjata nuklir," kata Vance di acara "America's Newsroom" di Fox News, dilansir kantor berita AFP, Kamis (26/2/2026).

"Presiden memiliki sejumlah cara lain yang dapat digunakannya untuk memastikan hal ini tidak terjadi," kata Vance. "Dia telah menunjukkan kesediaan untuk menggunakannya dan saya berharap Iran menanggapinya dengan serius dalam negosiasi besok karena itulah yang diinginkan presiden," imbuh Vance.

Wapres AS itu mengatakan pemerintahan Trump "berharap kita dapat mencapai resolusi yang baik tanpa militer, tetapi jika kita harus menggunakan militer, presiden tentu saja memiliki hak itu juga."

Sebelumnya, Trump mengklaim dalam pidatonya bahwa Teheran telah "mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kita di luar negeri, dan mereka sedang berupaya membangun rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat."

Iran membantah klaim Trump itu dan menyebutnya sebagai "kebohongan besar." Pemerintah Iran telah berulang kali membantah pihaknya tengah berupaya memiliki senjata nuklir. Iran bersikeras bahwa program nuklirnya adalah untuk tujuan sipil.

Lihat Video 'Wapres AS Klaim Punya Bukti Iran Sedang Bangun Kembali Senjata Nuklir':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads