Bayang-bayang Serangan AS ke Iran

Bayang-bayang Serangan AS ke Iran

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Feb 2026 22:08 WIB
Iranian IRGC cadets attend the funeral of Razi Mousavi, a senior commander in the IRGCs Quds Force who was killed on December 25 in an Israeli strike in Syria, in Tehran, on December 28, 2023. (AFP)
Pasukan Garda Revolusi Iran (Foto: dok. AFP)
Jakarta -

Pengerahan aset militer Amerika Serikat (AS) ke sekitar Iran membuat konflik antara kedua negara tersebut semakin memanas. Perang AS vs Iran bisa saja terjadi dalam waktu dekat.

Dalam pidato terbarunya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyinggung soal Iran di hadapan Kongres AS. Trump memberikan penjelasan soal mengapa dirinya mengerahkan aset militer AS secara besar-besaran ke Timur Tengah.

Seperti dilansir CNN, Rabu (25/2/2026), Trump mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir. Namun demikian, Trump tidak memberikan penjelasan lengkap tentang tujuan strategisnya dalam mengancam Teheran dengan perang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka (Iran-red) ingin membuat kesepakatan, tetapi kita belum mendengar kata-kata rahasia itu: Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," kata Trump dalam bagian yang relatif singkat dari pidatonya tentang Iran.

ADVERTISEMENT

Dia kembali mengatakan bahwa pilihannya adalah untuk mengupayakan diplomasi.

Meskipun beberapa waktu terakhir, AS telah mengerahkan dua kapal induknya ke kawasan Timur Tengah. USS Abraham Lincoln telah berada di kawasan tersebut, sedangkan USS Gerald R Ford, yang merupakan kapal induk terbesar di dunia, telah tiba di pangkalan AS di Teluk Souda, Yunani.

Trump, dalam pidato kenegaraannya, bersikeras mengatakan bahwa Iran masih berupaya memajukan program nuklir mereka, bahkan setelah Presiden AS ini mengklaim pengeboman AS pada Juni tahun lalu telah "memusnahkan program senjata nuklir Iran".

"Mereka telah diperingatkan untuk tidak melakukan upaya-upaya lebih lanjut untuk membangun kembali program senjata mereka, khususnya, senjata nuklir. Namun mereka terus melakukannya, memulainya dari awal," ucapnya.

Dalam Pidato Terpanjangnya, Trump Klaim Ekonomi AS Presiden AS Trump (Foto: DW News)

"Kita telah menghancurkannya, dan mereka ingin memulainya lagi. Dan saat ini lagi, mereka mengejar ambisi jahat mereka," ujar Trump.

Iran telah berulang kali menyatakan dengan jelas bahwa mereka tidak sedang mengembangkan bom nuklir. Pada Selasa (24/2) waktu setempat, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, secara eksplisit kembali menyatakan bahwa Teheran tidak sedang mengembangkan bom nuklir.

"Keyakinan mendasar kami sangat jelas: Iran dalam keadaan apa pun tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir," tegas Araghchi dalam pernyataan via media sosial X baru-baru ini.

"Kita telah menghancurkannya, dan mereka ingin memulainya lagi. Dan saat ini lagi, mereka mengejar ambisi jahat mereka," ujar Trump.

Araghchi memimpin delegasi Iran dalam perundingan nuklir yang sedang berlangsung dengan AS, di mana putaran terbaru dijadwalkan pada Kamis (26/2) besok di Jenewa, Swiss. Oman bertindak sebagai mediator dalam pembicaraan tidak langsung antara kedua negara.

Banyak negara yang meragukan kejujuran Iran ketika mereka menyangkal sedang mengembangkan senjata nuklir. Di masa lalu, Teheran telah memperkaya uranium hingga tingkat yang hanya selangkah lagi dari menghasilkan material level senjata.

Iran Latihan Perang

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kini sedang melakukan latihan perang di pantai selatan negara itu di Teluk Persia. Latihan militer ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat yang telah mengancam akan menyerang Iran.

"Latihan gabungan 1404 (2026) Pasukan Darat IRGC telah dimulai," lapor televisi pemerintah Iran, merujuk pada tahun ini dalam kalender Iran dan Gregorian.

Latihan perang tersebut berfokus di wilayah pantai selatan, tetapi latihan serupa juga terjadi di bagian lain wilayah Iran, tambah laporan itu pada hari Selasa (24/2) waktu setempat.

Latihan tersebut melibatkan drone, kapal, kendaraan amfibi, rudal darat-ke-laut dan roket, serta artileri, kata televisi pemerintah.

"Langkah-langkah yang sangat baik telah dirancang di berbagai sektor, termasuk rudal, artileri, drone, pasukan khusus, kendaraan lapis baja, dan kendaraan pengangkut personel lapis baja," kata Mohammad Karami, komandan pasukan darat IRGC, kepada televisi pemerintah.

Ia mengatakan latihan militer tersebut dilakukan "berdasarkan ancaman yang ada," tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Latihan militer ini dilakukan setelah Washington dan Teheran menyelesaikan dua putaran pembicaraan yang dimediasi Oman, yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan tentang program nuklir Iran. Pembicaraan lebih lanjut dijadwalkan pada hari Kamis (26/2) besok.

Lihat juga Video: Penampakan Kapal Induk Terbesar AS Merapat ke Timur Tengah, Bakal Gempur Iran?

Halaman 2 dari 3
(isa/isa)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads