Bahas Iran di Pidato Kenegaraan, Trump Jelaskan Alasan Kerahkan Militer

Bahas Iran di Pidato Kenegaraan, Trump Jelaskan Alasan Kerahkan Militer

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 25 Feb 2026 13:21 WIB
Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan Kongres AS pada Selasa (24/2) waktu setempat (AP Photo/Matt Rourke)
Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan Kongres AS pada Selasa (24/2) waktu setempat (AP Photo/Matt Rourke)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyinggung soal Iran dalam pidato kenegaraannya di hadapan Kongres AS pada Selasa (24/2) waktu setempat. Trump memberikan penjelasan soal mengapa dirinya mengerahkan aset militer AS secara besar-besaran ke sekitar Iran beberapa waktu terakhir.

Pidato kenegaraan ini disampaikan saat ketegangan antara AS dan Iran semakin meningkat, dengan perang antara kedua negara diprediksi semakin dekat.

Trump dalam pidatonya, seperti dilansir CNN, Rabu (25/2/2026), mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir. Namun demikian, Trump tidak memberikan penjelasan lengkap tentang tujuan strategisnya dalam mengancam Teheran dengan perang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka (Iran-red) ingin membuat kesepakatan, tetapi kita belum mendengar kata-kata rahasia itu: Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," kata Trump dalam bagian yang relatif singkat dari pidatonya tentang Iran.

ADVERTISEMENT

Dia kembali mengatakan bahwa pilihannya adalah untuk mengupayakan diplomasi.

Meskipun beberapa waktu terakhir, AS telah mengerahkan dua kapal induknya ke kawasan Timur Tengah. USS Abraham Lincoln telah berada di kawasan tersebut, sedangkan USS Gerald R Ford, yang merupakan kapal induk terbesar di dunia, telah tiba di pangkalan AS di Teluk Souda, Yunani.

Trump, dalam pidato kenegaraannya, bersikeras mengatakan bahwa Iran masih berupaya memajukan program nuklir mereka, bahkan setelah Presiden AS ini mengklaim pengeboman AS pada Juni tahun lalu telah "memusnahkan program senjata nuklir Iran".

"Mereka telah diperingatkan untuk tidak melakukan upaya-upaya lebih lanjut untuk membangun kembali program senjata mereka, khususnya, senjata nuklir. Namun mereka terus melakukannya, memulainya dari awal," ucapnya.

"Kita telah menghancurkannya, dan mereka ingin memulainya lagi. Dan saat ini lagi, mereka mengejar ambisi jahat mereka," ujar Trump.

Iran telah berulang kali menyatakan dengan jelas bahwa mereka tidak sedang mengembangkan bom nuklir. Pada Selasa (24/2) waktu setempat, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, secara eksplisit kembali menyatakan bahwa Teheran tidak sedang mengembangkan bom nuklir.

"Keyakinan mendasar kami sangat jelas: Iran dalam keadaan apa pun tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir," tegas Araghchi dalam pernyataan via media sosial X baru-baru ini.

Araghchi memimpin delegasi Iran dalam perundingan nuklir yang sedang berlangsung dengan AS, di mana putaran terbaru dijadwalkan pada Kamis (26/2) besok di Jenewa, Swiss. Oman bertindak sebagai mediator dalam pembicaraan tidak langsung antara kedua negara.

Banyak negara yang meragukan kejujuran Iran ketika mereka menyangkal sedang mengembangkan senjata nuklir. Di masa lalu, Teheran telah memperkaya uranium hingga tingkat yang hanya selangkah lagi dari menghasilkan material level senjata.

Tonton juga video "Politisi Oposisi Dikeluarkan dari Ruang Sidang saat Pidato Trump"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini