Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut perang yang dikobarkan Presiden Rusia Vladimir Putin melawan Ukraina merupakan "tiga kali kegagalan bagi Rusia". Kritikan ini disampaikan Macron saat peringatan empat tahun invasi militer Rusia terhadap Ukraina, yang dimulai tahun 2022 lalu.
Ratusan ribu orang telah tewas sejak Moskow melancarkan invasi militer terhadap Kyiv pada 24 Februari 2022 lalu, yang melepaskan perang paling mematikan di tanah Eropa sejak Perang Dunia II. Invasi yang awalnya diperkirakan berlangsung cepat itu, terus berlanjut dan berlangsung selama setidaknya empat tahun terakhir.
"Perang ini adalah tiga kali kegagalan bagi Rusia: secara militer, secara ekonomi, dan secara strategis," kritik Macron dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir AFP, Selasa (24/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suatu hari nanti, rakyat Rusia akan menyadari besarnya kejahatan yang dilakukan atas nama mereka, kesia-siaan dalih yang dikemukakan, dan dampak jangka panjang yang menghancurkan bagi negara mereka," sebutnya.
Macron mengatakan bahwa Ukraina telah bertahan meskipun menghadapi berbagai rintangan.
"Empat tahun kehidupan hancur, penuh kekerasan, pemerkosaan, penyiksaan, kejahatan perang, dan teror. Namun, selama empat tahun itu, Ukraina bertahan dan melawan," kata Macron memuji Ukraina.
Dalam pernyataannya, Macron juga menyebut bahwa lebih dari 1,2 juta tentara Rusia mengalami luka-luka atau tewas dalam perang melawan Ukraina. "Ini merupakan jumlah korban tempur Rusia tertinggi sejak Perang Dunia II," ucapnya.
Perang antara Rusia dan Ukraina, sebut Macron, "telah memperkuat NATO, yang ekspansinya ingin dicegah, menyatukan orang-orang Eropa yang ingin dilemahkan, dan mengungkap kerapuhan imperialisme dari zaman lain".
Lebih lanjut, Macron berjanji akan terus mendukung Ukraina dan memberlakukan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia. "Agar Ukraina dapat bertahan dan agar Rusia memahami bahwa waktu tidak berpihak pada mereka," ujarnya.
Macron dijadwalkan memimpin pertemuan negara-negara sekutu Ukraina pada Selasa (24/2) waktu setempat. Dia mengharapkan pertemuan itu "memungkinkan kita untuk terus bergerak maju".
Perundingan yang digelar antara Rusia dan Ukraina, yang diluncurkan kembali oleh Amerika Serikat (AS) tahun lalu, sejauh ini gagal menghentikan pertempuran.
Tonton juga video "Macron Jamin Keamanan Ukraina dari Ancaman Agresi"











































