Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa pengembangan kekuatan nuklir Rusia kini menjadi "prioritas mutlak", setelah berakhirnya perjanjian nuklir terakhir negara tersebut dengan Amerika Serikat.
"Pengembangan triad nuklir, yang menjamin keamanan Rusia dan memastikan pencegahan strategis yang efektif serta keseimbangan kekuatan di dunia, tetap menjadi prioritas mutlak," kata Putin dalam pesan video, dilansir kantor berita AFP, Senin (23/2/2026).
Pidato Putin itu disampaikan pada "Hari Pembela Tanah Air" Rusia, hari libur yang merupakan perayaan untuk kemegahan militer dan patriotisme yang disponsori Kremlin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putin juga berjanji untuk terus "memperkuat angkatan darat dan angkatan laut" dan mengambil pelajaran dari pengalaman militer dari konflik hampir empat tahun di Ukraina.
Semua unit angkatan bersenjata akan ditingkatkan, katanya, termasuk "kesiapan tempur, mobilitas, dan kemampuan mereka untuk beroperasi dalam semua kondisi, bahkan yang paling sulit".
Pernyataan Putin ini disampaikan hanya dua hari sebelum peringatan empat tahun serangan Rusia terhadap Ukraina, yang memicu perang berkepanjangan yang telah menghancurkan kota-kota, menggusur jutaan orang, dan menewaskan banyak orang di kedua belah pihak.
Moskow dan Washington-- dua kekuatan nuklir utama dunia -- tidak lagi terikat oleh pakta pengendalian senjata apa pun sejak perjanjian nuklir New START berakhir awal bulan ini.
Namun, pemerintah Rusia menegaskan bahwa mereka akan mematuhi pembatasan senjata nuklir yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut, asalkan Washington juga melakukan hal yang sama.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa Moskow tidak terburu-buru untuk mulai mengembangkan dan menempatkan lebih banyak senjata. Dia menarik kembali komentar kementeriannya pekan lalu, yang mengatakan Rusia kini tidak lagi terikat oleh ketentuan perjanjian tersebut.
"Kami berangkat dari fakta bahwa moratorium ini, yang diumumkan oleh presiden kami, tetap berlaku, tetapi hanya selama Amerika Serikat tidak melampaui batasan yang telah ditetapkan," kata Lavrov dalam pidatonya di parlemen Rusia belum lama ini.
Simak juga Video 'Ukraina Dingin Ekstrem, Trump Minta Putin Tak Serang Kyiv Seminggu':











































