5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Feb 2026 18:59 WIB
Kapal induk AS USS Gerald R. Ford (Foto: U.S Naval Forces Central Command/U.S. 6th Fleet/Handout via REUTERS/File Photo Acquire Licensing Rights)
Kapal induk AS USS Gerald R. Ford (Foto: U.S Naval Forces Central Command/U.S. 6th Fleet/Handout via REUTERS/File Photo Acquire Licensing Rights)
Jakarta -

Kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R. Ford yang merupakan kapal induk terbesar di dunia, terlihat memasuki Laut Mediterania pada hari Jumat (20/2) waktu setempat. Kapal tersebut telah diperintahkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk berangkat ke Timur Tengah sebagai bagian dari peningkatan kekuatan militer besar-besaran di tengah ketegangan dengan Iran.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (21/2/2026):

- AS Serang Kapal Narkoba di Pasifik Timur, 3 Orang Tewas

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap kapal yang diduga membawa narkoba di Pasifik Timur, dan menewaskan tiga orang.

"Satuan Tugas Gabungan Southern Spear melakukan serangan kinetik mematikan terhadap sebuah kapal yang dioperasikan oleh Organisasi Teroris" di sepanjang rute penyelundupan narkoba, demikian unggahan Komando Selatan AS dia media sosial X, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/2/2026). Disebutkan bahwa "tiga pria teroris narkoba tewas selama aksi ini."

ADVERTISEMENT

- Swedia dan Serbia Serukan Warganya Segera Tinggalkan Iran!

Pemerintah Swedia dan Serbia telah menyerukan warga negara mereka di Iran untuk segera meninggalkan negara itu. Seruan ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam tindakan militer atas program nuklir republik Islam tersebut.

Pemerintah Serbia telah meminta warga negara Serbia pada pertengahan Januari untuk meninggalkan Iran dan tidak melakukan perjalanan ke sana, seiring otoritas Iran melancarkan penindakan mematikan terhadap gerakan protes massal.

"Karena situasi keamanan yang memburuk, warga negara Republik Serbia tidak disarankan untuk melakukan perjalanan ke Iran dalam waktu dekat," kata Kementerian Luar Negeri Serbia dalam sebuah pernyataan terbaru di situs webnya yang diterbitkan pada Jumat malam hingga Sabtu pagi waktu setempat.

- Presiden Lebanon Kutuk Serangan Israel yang Tewaskan 12 Orang

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk serangan mematikan Israel terhadap negaranya yang menewaskan 12 orang. Ini merupakan serangan terbaru Israel meskipun ada gencatan senjata dengan kelompok militan Hizbullah yang berbasis di Lebanon.

Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/2/2026), dalam sebuah pernyataan, Aoun menyebut serangan itu sebagai "tindakan agresi terang-terangan yang bertujuan untuk menggagalkan upaya diplomatik" oleh Amerika Serikat dan negara-negara lain untuk membangun stabilitas.

Atas serangan itu, seorang anggota parlemen dari Hizbullah, meminta pemerintah Lebanon untuk menangguhkan pertemuan komite multinasional yang bertugas memantau gencatan senjata.

- Kata Hamas soal ISF yang Indonesia Jadi Wakil Komandannya

Kelompok Hamas buka suara mengenai pasukan penjaga perdamaian internasional di Gaza. Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan bahwa mereka menyambut Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang baru dibentuk tersebut, tetapi menolak campur tangan apa pun dalam "urusan internal" wilayah Gaza.

Pada pertemuan perdana "Dewan Perdamaian" bentukan Presiden AS Donald Trump di Washington pada hari Kamis lalu, diumumkan bahwa sejumlah negara, termasuk Indonesia, akan mengirimkan pasukan untuk ISF. Indonesia bahkan ditunjuk sebagai wakil komandan ISF.

"Posisi kami mengenai pasukan internasional sudah jelas," kata juru bicara Hamas, Qassem, dilansir AFP, Sabtu (21/2/2026).

- AS-Iran Mendidih, Kapal Induk Terbesar Dunia Masuki Laut Mediterania

Kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R. Ford yang merupakan kapal induk terbesar di dunia, terlihat memasuki Laut Mediterania pada hari Jumat (20/2) waktu setempat. Kapal tersebut telah diperintahkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk berangkat ke Timur Tengah sebagai bagian dari peningkatan kekuatan militer besar-besaran di tengah ketegangan dengan Iran.

Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/2/2026), kapal induk tersebut terlihat melintasi Selat Gibraltar -- yang menghubungkan Samudra Atlantik ke Mediterania -- dalam foto yang diambil dari sisi Gibraltar di selat tersebut.

Kapal induk tersebut akan bergabung dengan kapal induk AS lainnya, USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal perang pengiringnya yang telah lebih dulu tiba di kawasan Timur Tengah.

Tonton juga video "RI Jadi Deputy Commander ISF, Prabowo Cari Sosok Komandan yang Bagus"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads