Presiden Lebanon Kutuk Serangan Israel yang Tewaskan 12 Orang

Presiden Lebanon Kutuk Serangan Israel yang Tewaskan 12 Orang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 21 Feb 2026 18:45 WIB
Presiden Lebanon Joseph Aoun (Foto: AFP/ANWAR AMRO)
Presiden Lebanon Joseph Aoun (Foto: AFP/ANWAR AMRO)
Jakarta -

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk serangan mematikan Israel terhadap negaranya yang menewaskan 12 orang. Ini merupakan serangan terbaru Israel meskipun ada gencatan senjata dengan kelompok militan Hizbullah yang berbasis di Lebanon.

Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/2/2026), dalam sebuah pernyataan, Aoun menyebut serangan itu sebagai "tindakan agresi terang-terangan yang bertujuan untuk menggagalkan upaya diplomatik" oleh Amerika Serikat dan negara-negara lain untuk membangun stabilitas.

Atas serangan itu, seorang anggota parlemen dari Hizbullah, meminta pemerintah Lebanon untuk menangguhkan pertemuan komite multinasional yang bertugas memantau gencatan senjata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Washington adalah salah satu dari lima anggota komite yang mengawasi gencatan senjata yang diterapkan pada November 2024 itu. Komite tersebut dijadwalkan untuk bertemu lagi minggu depan.

ADVERTISEMENT

Israel telah berulang kali membombardir Lebanon meskipun ada gencatan senjata, biasanya dengan alasan menargetkan Hizbullah, tetapi kadang-kadang juga sekutu kelompok tersebut, Hamas.

Serangan Israel pada hari Jumat (20/2) di Lebanon selatan dan timur menewaskan 12 orang, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, 10 orang di antaranya di timur negara itu.

Militer Israel mengatakan telah menyerang beberapa militan dari unit rudal Hizbullah di tiga pusat komando berbeda di daerah Baalbek.

Hizbullah mengatakan seorang komandan kelompok itu tewas dalam serangan tersebut. Anggota parlemennya, Rami Abu Hamdan, menyerukan kepada pemerintah Lebanon untuk "menangguhkan pertemuan komite sampai musuh menghentikan serangannya".

Hizbullah, meskipun melemah setelah perang dengan Israel, tetap menjadi kekuatan politik yang kuat di Lebanon yang diwakili di parlemen.

Pemerintah Lebanon tahun lalu berkomitmen untuk melucuti senjata kelompok tersebut. Militer Lebanon menyatakan bulan lalu bahwa mereka telah menyelesaikan fase pertama rencana tersebut yang mencakup wilayah dekat perbatasan Israel.

Israel, yang menuduh Hizbullah kembali mempersenjatai diri mereka, menyebut kemajuan militer Lebanon dalam melucuti senjata kelompok militan tersebut tidak memadai.

Tonton juga video "Wujud Tembok Raksasa Israel yang Dikeluhkan Lebanon ke PBB"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini