Israel Serang Lebanon, 12 Orang Tewas

Israel Serang Lebanon, 12 Orang Tewas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 21 Feb 2026 14:52 WIB
Ilustrasi jet tempur Israel (Foto: REUTERS/Ali Allouch)
Ilustrasi jet tempur Israel (Foto: REUTERS/Ali Allouch)
Jakarta -

Serangan Israel di wilayah Lebanon timur dan selatan menewaskan 12 orang dalam satu hari. Militer Israel mengatakan serangan itu menargetkan kelompok militan Hizbullah dan sekutunya dari Palestina, Hamas.

Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/2/2026), sebuah pernyataan dari Hizbullah di Lembah Bekaa, Lebanon timur mengatakan bahwa seorang "komandan" dari kelompok yang didukung Iran itu, telah tewas dalam serangan di Lembah Bekaa.

Militer Israel terus melakukan serangan reguler ke Lebanon, meskipun ada gencatan senjata November 2024 yang bertujuan untuk menghentikan konflik lebih dari setahun dengan Hizbullah. Israel mengklaim serangan-serangan itu menargetkan Hizbullah, etapi kadang-kadang juga militan Hamas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Serangan musuh Israel di beberapa lokasi di Lembah Bekaa menewaskan 10 orang dan melukai 24 orang", kata Kementerian Kesehatan Lebanon, menambahkan bahwa tiga anak termasuk di antara yang terluka dalam serangan pada hari Jumat (20/2) waktu setempat itu.

ADVERTISEMENT

Kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA) sebelumnya melaporkan enam orang tewas dan 25 orang terluka setelah "serangan berat" terjadi di wilayah tersebut.

Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menyerang "pusat komando Hizbullah".

Serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah serangan Israel di kamp pengungsi Palestina terbesar di negara itu. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan pada hari Jumat (20/2) itu menewaskan dua orang, dengan tentara Israel mengatakan bahwa mereka menargetkan Hamas.

Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukannya "menyerang pusat komando Hamas tempat para militan beroperasi" di daerah Ain al-Helweh.

"Militer Israel beroperasi melawan penguatan" kelompok militan Palestina itu di Lebanon dan akan terus bertindak tegas terhadap Hamas di mana pun mereka beroperasi", imbuhnya.

Hamas dalam sebuah pernyataan mengutuk serangan itu, yang menurut mereka menyebabkan korban jiwa "sipil".

Mereka menolak tuduhan Israel, dengan mengatakan bahwa bangunan yang menjadi sasaran "milik pasukan keamanan gabungan yang bertugas menjaga keamanan dan stabilitas di kamp itu".

Tonton juga video "Dubes Palestina soal Israel Aneksasi Tepi Barat: Narasi Kolonial Rasis"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads