Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan lembaga-lembaga federal untuk mulai merilis file-file (dokumen) pemerintah yang berkaitan dengan UFO dan alien. Sebuah langkah yang telah diupayakan selama beberapa dekade oleh sebagian warga Amerika Serikat.
"Berdasarkan minat luar biasa yang ditunjukkan, saya akan mengarahkan Menteri Perang, dan Departemen serta Lembaga terkait lainnya, untuk memulai proses mengidentifikasi dan merilis dokumen-dokumen pemerintah yang berkaitan dengan kehidupan alien dan ekstraterestrial, fenomena udara tak dikenal (UAP), dan objek terbang tak dikenal (UFO)," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/2/2026).
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (20/2/2026):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Memanas! Iran Ancam Serang Pangkalan-Aset AS Jika Diserang
Memanas! Pemerintah Iran mengingatkan bahwa pangkalan militer, fasilitas, dan aset-aset AS akan menjadi "target yang sah", jika Amerika Serikat menindaklanjuti ancaman dan serangan militernya.
Amir Saeid Iravani, Duta Besar (Dubes) Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyampaikan pernyataan tersebut dalam surat kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengerahkan kapal perang, jet tempur, dan peralatan militer lainnya ke Timur Tengah, dalam upayanya untuk mencegah Iran memproduksi bom nuklir, sesuatu yang menurut Teheran tidak mereka lakukan.
- Kebakaran Kapal Pesiar di Singapura, 1 ABK Indonesia Tewas
Kebakaran terjadi di sebuah kapal pesiar tujuan Singapura dan menewaskan satu anak buah kapal (ABK) yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Kebakaran ini menyebabkan ratusan penumpang dievakuasi.
Otoritas maritim Singapura mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa kobaran api di kapal World Legacy tersebut kini telah dipadamkan. Tidak ada laporan cedera lain di antara awak kapal atau 271 penumpang di dalamnya.
Namun, empat penumpang telah dibawa ke rumah sakit untuk "pemeriksaan medis lebih lanjut."
- Inggris Belum Izinkan AS Pakai Pangkalan Militernya untuk Serang Iran
Pemerintah Inggris dilaporkan belum memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militernya guna mendukung potensi serangan AS terhadap Iran.
Sebuah laporan dari The Times mengatakan bahwa AS sedang menyusun laporan untuk menggunakan pangkalan RAF Fairford, yang merupakan markas armada pesawat pengebom Amerika di Eropa.
Dilansir Fox News, Jumat (20/2/2026), menurut The Times, Presiden AS Donald Trump dilaporkan berbicara dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada hari Selasa (17/2) lalu tentang rencana tersebut. Para pejabat Inggris dilaporkan khawatir bahwa memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan RAF untuk serangan militer, dapat melanggar hukum internasional.
- Netanyahu Ngotot Tak Ada Rekonstruksi Gaza Sebelum Demiliterisasi
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa tidak akan ada rekonstruksi Gaza yang hancur akibat perang, sebelum perlucutan senjata Hamas. Hal ini disampaikannya seiring "Dewan Perdamaian" mengadakan pertemuan perdananya di Washington, Amerika Serikat.
Dilansir AFP dan Al Arabiya, Jumat (20/2/2026), puluhan pemimpin dunia dan pejabat senior bertemu untuk pertemuan perdana dewan tersebut. Dewan tersebut dibentuk setelah Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir menegosiasikan gencatan senjata pada bulan Oktober lalu untuk menghentikan perang selama dua tahun di Jalur Gaza.
- Trump Perintahkan Rilis Dokumen Pemerintah soal UFO-Alien
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan lembaga-lembaga federal untuk mulai merilis file-file (dokumen) pemerintah yang berkaitan dengan UFO dan alien. Sebuah langkah yang telah diupayakan selama beberapa dekade oleh sebagian warga Amerika Serikat.
"Berdasarkan minat luar biasa yang ditunjukkan, saya akan mengarahkan Menteri Perang, dan Departemen serta Lembaga terkait lainnya, untuk memulai proses mengidentifikasi dan merilis dokumen-dokumen pemerintah yang berkaitan dengan kehidupan alien dan ekstraterestrial, fenomena udara tak dikenal (UAP), dan objek terbang tak dikenal (UFO)," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/2/2026).
Meskipun ia tidak menyebutkan apakah dokumen rahasia akan dirilis ke publik, Trump menambahkan bahwa berkas-berkas tersebut harus mencakup "semua informasi lain yang terkait dengan hal-hal yang sangat kompleks, tetapi sangat menarik dan penting ini."
Tonton juga video "Iran Latihan Perang di Selat Hormuz Jelang Ketemu AS"











































