Memanas! Iran Ancam Serang Pangkalan-Aset AS Jika Diserang

Memanas! Iran Ancam Serang Pangkalan-Aset AS Jika Diserang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 20 Feb 2026 11:29 WIB
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran (Foto: Getty Images/AFP)
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran (Foto: Getty Images/AFP)
Jakarta -

Memanas! Pemerintah Iran mengingatkan bahwa pangkalan militer, fasilitas, dan aset-aset AS akan menjadi "target yang sah", jika Amerika Serikat menindaklanjuti ancaman dan serangan militernya.

Amir Saeid Iravani, Duta Besar (Dubes) Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyampaikan pernyataan tersebut dalam surat kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengerahkan kapal perang, jet tempur, dan peralatan militer lainnya ke Timur Tengah, dalam upayanya untuk mencegah Iran memproduksi bom nuklir, sesuatu yang menurut Teheran tidak mereka lakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/2/2026), surat Dubes Iran untuk Sekjen PBB tersebut mengutip unggahan media sosial Trump pada hari Rabu lalu, di mana ia mengatakan Amerika Serikat mungkin perlu menggunakan pangkalan militer Inggris, termasuk satu pangkalan di sebuah pulau di Samudra Hindia, "jika Iran memutuskan untuk tidak membuat kesepakatan."

ADVERTISEMENT

"Pernyataan yang begitu agresif oleh Presiden Amerika Serikat...menandakan risiko nyata agresi militer, yang konsekuensinya akan membawa malapetaka bagi kawasan tersebut, dan akan merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional," tulis Iravani dalam surat tersebut.

Ia menyerukan Dewan Keamanan selaku badan pembuat keputusan tertinggi PBB, untuk "memastikan bahwa Amerika Serikat segera menghentikan ancaman penggunaan kekuatan yang melanggar hukum."

Dalam surat tersebut, dituliskan bahwa Iran tetap berkomitmen "pada solusi diplomatik" dan "atas dasar timbal balik, mengatasi ambiguitas mengenai program nuklir damainya."

Namun, Iravani mengingatkan bahwa jika Iran menghadapi agresi militer, "semua pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan itu akan menjadi target yang sah dalam konteks respons defensif Iran."

Trump telah berulang kali mengancam tindakan militer terhadap Iran, dengan menyinggung tindakan keras aparat terhadap demonstran anti-pemerintah bulan lalu dan terkait program nuklirnya.

Pada hari Kamis (19/2), Trump mengatakan bahwa Iran memiliki waktu paling lama 15 hari untuk mencapai kesepakatan, atau Amerika Serikat akan menyerang jika Iran gagal melakukannya.

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads