Korea Utara (Korut) memamerkan serangkaian peluncur roket berukuran besar yang diklaim memiliki kemampuan nuklir. Pengerahan militer Amerika Serikat (AS) secara besar-besaran di Timur Tengah menjadi dasar bagi potensi serangan berkelanjutan terhadap Iran, jika Presiden Donald Trump memberi perintah.
Sistem peluncur roket buatan Pyongyang itu diungkapkan ke publik menjelang digelarnya kongres penting Partai Buruh Korea yang berkuasa di negara terisolasi tersebut. Pemimpin Korut Kim Jong Un menyebut sistem senjata tersebut akan menangkal musuh.
Sementara itu, laporan media-media terkemuka AS, seperti CNN dan CBS, menyebut bahwa militer AS akan siap melancarkan serangan terhadap Iran paling cepat pada akhir pekan ini, meskipun Trump belum membuat keputusan akhir.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (19/2/2026):
- Warga Gaza Sambut Ramadan di Tengah Reruntuhan Masjid
Bulan suci Ramadan di Jalur Gaza dimulai pada Rabu (18/2) waktu setempat, dengan warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal dan tempat ibadah akibat rentetan serangan Israel, mendatangi reruntuhan masjid yang hancur atau tempat-tempat salat darurat yang terbuat dari terpal dan kayu.
Di Kota Gaza, yang merupakan kota paling padat di Jalur Gaza sebelum perang, seperti dilansir Reuters, Kamis (19/2/2026), kubah Masjid al-Hassaina kini hancur dan bertumpu di atas timbunan puing.
Halaman masjid yang dulunya digunakan para jemaah berkumpul, kini menjadi tempat keluarga-keluarga tidur dan memasak di antara reruntuhan. Jemuran pakaian juga memenuhi bekas halaman masjid tersebut.
- Korut Pamerkan Peluncur Roket Raksasa, Klaim Mampu Bawa Hulu Ledak Nuklir
Korea Utara (Korut) memamerkan serangkaian peluncur roket berukuran besar, yang diklaim memiliki kemampuan nuklir. Sistem peluncur roket buatan Pyongyang itu diungkapkan ke publik menjelang digelarnya kongres penting Partai Buruh Korea yang berkuasa di negara terisolasi tersebut.
Pemimpin Korut Kim Jong Un, seperti dilansir AFP, Kamis (19/2/2026), yang hadir dalam seremoni pengungkapan sistem peluncur roket tersebut di Pyongyang, diperkirakan akan merinci fase selanjutnya dalam program senjata nuklir Korut ketika membuka kongres Partai Buruh dalam beberapa hari mendatang.
Sistem peluncur roket multiple dengan ukuran 600 mm ini menjadi pusat perhatian saat persiapan kongres, yang berlangsung setiap lima tahun sekali itu, berlangsung. Kongres Partai Buruh Korea secara luas dianggap sebagai peristiwa politik terpenting di Korut.
(nvc/nvc)