Netanyahu Perintahkan Komando Israel 'Siaga Maksimum' untuk Perang Lawan Iran

Netanyahu Perintahkan Komando Israel 'Siaga Maksimum' untuk Perang Lawan Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 19 Feb 2026 12:16 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu (dok. AFP/JIM WATSON)
PM Israel Benjamin Netanyahu (dok. AFP/JIM WATSON)
Tel Aviv -

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, telah menginstruksikan Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel untuk bersiap menghadapi potensi perang melawan Iran. Kondisi "siaga maksimum" telah ditetapkan di berbagai badan keamanan Israel.

Laporan surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (19/2/2026), menyebutkan bahwa Netanyahu telah mengeluarkan arahan kepada "berbagai badan penyelamat dan Komando Pertahanan Dalam Negeri untuk bersiap menghadapi perang".

"Keadaan siaga maksimum telah ditetapkan di berbagai badan keamanan Israel," sebut Yedioth Ahronoth dalam laporannya pada Rabu (18/2) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara terpisah, televisi lokal KAN melaporkan bahwa rapat kabinet keamanan Israel yang dijadwalkan pada Kamis (19/2) untuk membahas perkembangan situasi terkait Iran telah dijadwalkan ulang menjadi Minggu (21/2) mendatang, tanpa ada penjelasan lebih lanjut.

Surat kabar Yedioth Ahronoth dalam laporannya mengatakan bahwa: "Di Israel, penilaian menunjukkan bahwa Presiden AS Donald Trump condong untuk melancarkan serangan militer skala besar terhadap Iran dalam waktu dekat, mengingat penolakan Teheran terhadap tuntutan AS dalam negosiasi."

"Pemerintahan Trump meyakini bahwa Iran berusaha mengulur waktu dan menipu Amerika Serikat," sebut Yedioth Ahronoth dalam laporannya.

Dilaporkan juga oleh Yedioth Ahronoth bahwa Israel meyakini situasi semakin genting, dengan sejumlah asumsi menyebut Iran tetap akan meluncurkan rudal ke Tel Aviv meskipun mereka tidak terlibat dalam serangan militer Amerika Serikat (AS).

"Dalam konsultasi keamanan terbatas yang digelar oleh Benjamin Netanyahu dalam beberapa hari terakhir, asumsi yang berlaku adalah bahwa Iran akan meluncurkan rudal-rudal ke Israel bahkan jika militer Israel tidak ikut serta dalam serangan AS," tulis Yedioth Ahronoth dalam laporannya.

"Bagaimanapun, ada kesan di Israel bahwa saat-saat genting semakin dekat dan tenggat waktu semakin menyempit," sebut laporan Yedioth Ahronoth.

"Setelah pembicaraan kemarin selama dua minggu, dan sebelumnya sekitar satu bulan, sekarang ada indikasi bahwa jangka waktu diukur hanya dalam beberapa hari," imbuh laporan tersebut.

Dalam perkembangan terkait, mantan kepala Direktorat Intelijen Militer Israel, Amos Yadlin, mengatakan pada Rabu (18/2): "Kita jauh lebih dekat dengan serangan daripada sebelumnya."

Sementara itu, media lokal Israel Hayom, yang mengutip sumber-sumber anonim, melaporkan bahwa penilaian Israel menunjukkan jika AS melancarkan serangan skala besar terhadap Iran, kemungkinan Teheran akan membalas dengan menyerang Tel Aviv, menggunakan rudal jarak jauh, akan sangat tinggi.

Israel, menurut laporan CNN Arabic yang mengutip dua sumber anonim, telah meningkatkan kesiapsiagaan pasukannya dan meningkatkan persiapan militer karena indikasi semakin kuat bahwa serangan terkoordinasi dengan AS terhadap Iran mungkin akan segera terjadi.

Tonton juga video "Netanyahu Puji Trump Bantu Pulangkan Jenazah Sandera Israel dari Gaza"

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait