Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan bahwa negaranya tidak akan bergabung sebagai anggota penuh Dewan Perdamaian, yang dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Alasannya, sebut Sheinbaum, karena kurangnya perwakilan Palestina dalam Dewan Perdamaian.
"Mengingat bahwa kita mengakui Palestina sebagai sebuah negara, penting bagi kedua negara, Israel dan Palestina, untuk berpartisipasi. Namun, sistemnya tidak dirancang seperti itu," kata Sheinbaum dalam konferensi pers, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (18/2/2026).
Pernyataan Sheinbaum ini disampaikan menjelang pertemuan puncak perdana negara-negara anggota Dewan Perdamaian, yang dijadwalkan pada Kamis (19/2) besok di Washington DC.
Dikatakan oleh Sheinbaum bahwa Meksiko akan mengirimkan Duta Besarnya untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai pengamat dalam pertemuan itu.
"Mereka mengundang kita untuk hadir sebagai pengamat; jika kita tidak akan berpartisipasi, maka hadirlah sebagai pengamat. Dan bersama dengan Menteri Luar Negeri, kita memutuskan bahwa Duta Besar kita untuk PBB akan hadir sebagai pengamat," ujarnya.
Sheinbaum telah menyatakan dukungannya untuk Palestina, menggambarkan serangan Israel yang berkelanjutan terhadap Jalur Gaza dan rakyat Palestina sebagai genosida dan menyerukan solusi dua negara.
Pernyataan Sheinbaum itu disampaikan setelah Trump mengumumkan bahwa pertemuan para anggota Dewan Perdamaian akan digelar di Institut Perdamaian Donald J Trump di Washington DC pada 19 Februari waktu AS.
Dalam pernyataan via media sosial Truth Social pada Minggu (15/2), Trump mengatakan bahwa dalam pertemuan itu, negara-negara anggota Dewan Perdamaian akan menyampaikan komitmen lebih dari US$ 5 miliar, atau setara Rp 84,1 triliun, untuk rekonstruksi Gaza.
"Kami akan mengumumkan bahwa negara-negara anggota telah menjanjikan lebih dari US$ 5 miliar untuk upaya kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza," tulis Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social.
Dikatakan juga oleh Trump bahwa negara-negara anggota Dewan Perdamaian telah "berkomitmen ribuan personel untuk Pasukan Stabilisasi Internasional dan kepolisian setempat untuk menjaga keamanan dan perdamaian bagi warga Gaza".
Tidak hanya itu, Trump juga mengklaim bahwa Dewan Perdamaian "memiliki potensi tak terbatas", menyinggung soal pertemuan bulan lalu ketika "dua lusin anggota pendiri yang terhormat" bergabung dengannya di Davos, Swiss, untuk merayakan pembentukan dewan tersebut,
"Menawarkan visi yang berani untuk warga sipil di Gaza, dan kemudian, pada akhirnya, jauh melampaui Gaza -- PERDAMAIAN DUNIA," sebutnya.
"Dewan Perdamaian akan terbukti menjadi badan internasional paling berpengaruh dalam sejarah, dan merupakan kehormatan bagi saya untuk menjabat sebagai ketuanya," ujar Trump dalam pernyataannya.
Lihat juga Video: Trump Berencana Serang Meksiko, Ungkit Peredaran Narkoba











































