Baru 4 Bulan Menjabat, Presiden Interim Peru Dimakzulkan

Baru 4 Bulan Menjabat, Presiden Interim Peru Dimakzulkan

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 18 Feb 2026 11:20 WIB
Presiden interim Peru, Jose Jeri (dok. REUTERS/Angela Ponce)
Presiden interim Peru, Jose Jeri (dok. REUTERS/Angela Ponce)
Lima -

Kongres Peru memakzulkan presiden interim Jose Jeri pada Selasa (17/2) waktu setempat. Pemakzulan ini terjadi setelah dia dijerat tuduhan korupsi dan baru menjabat selama empat bulan saja.

Jeri merupakan kepala negara ketujuh di Peru dalam 10 tahun terakhir dan yang terbaru digulingkan karena tuduhan korupsi.

Jeri yang berusia 39 tahun ini, seperti dilansir AFP, Rabu (18/2/2026), dituduh melakukan perekrutan secara tidak wajar terhadap sejumlah pejabat wanita dalam jajaran pemerintahannya. Dia juga diduga terlibat praktik korupsi yang melibatkan seorang pengusaha China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjabat sejak Oktober tahun lalu, Jeri mengambil alih kekuasaan dari mantan Presiden Dina Boluarte yang juga dimakzulkan di tengah protes terhadap korupsi dan gelombang kekerasan yang terkait dengan kejahatan terorganisir.

ADVERTISEMENT

Jaksa setempat, pekan lalu, meluncurkan penyelidikan tentang "apakah kepala negara telah menggunakan pengaruh yang tidak semestinya" dalam penunjukan sejumlah pejabat pemerintahan. Jeri menegaskan dirinya tidak bersalah atas tuduhan yang menjeratnya.

Jeri yang sebelumnya menjabat sebagai kepala parlemen unikameral Peru, diangkat tahun lalu untuk menyelesaikan sisa masa jabatan Boluarte, yang tersisa hingga Juli tahun ini, sebelum presiden yang baru mengambil alih kekuasaan setelah pemilu digelar pada 12 April mendatang.

Jeri secara konstitusional dilarang untuk mencalonkan diri dalam pemilu tersebut.

Jeri mendapati dirinya menjadi sorotan setelah program investigasi televisi Cuarto Poder melaporkan bahwa lima pejabat wanita secara tidak sah diberi pekerjaan di kantor kepresidenan Peru dan Kementerian Lingkungan setelah bertemu Jeri.

Jaksa setempat mengatakan sebenarnya ada sembilan wanita yang diduga direkrut secara tidak sah oleh Jeri.

Selain tuduhan itu, Jeri juga diselidiki atas dugaan "sponsor kepentingan ilegal" setelah pertemuan rahasia dengan seorang pengusaha China yang memiliki hubungan komersial dengan pemerintah.

Setelah pemakzulan Jeri, ketua parlemen yang baru secara otomatis akan mengambil alih jabatan presiden interim Peru hingga Juli mendatang. Sedangkan Kongres Peru akan memilih pemimpin baru pada Rabu (18/2) waktu setempat untuk menempati jabatan ketua yang kosong.

Peru kini telah mengalami pergantian tujuh presiden sejak tahun 2016, beberapa di antaranya dimakzulkan, diselidiki, atau dihukum karena melakukan pelanggaran.

Tonton juga video"Capres Peru Ceritakan Momen Mencekam saat Terlibat Baku Tembak"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads