Trump Pernah Bilang ke Polisi AS 'Semua Orang Tahu' soal Epstein

Trump Pernah Bilang ke Polisi AS 'Semua Orang Tahu' soal Epstein

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 11 Feb 2026 17:56 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Annabelle Gordon)
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Annabelle Gordon)
Washington DC -

Dokumen Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI, yang terungkap baru-baru ini memunculkan pertanyaan baru soal klaim Presiden Donald Trump, yang mengaku dirinya tidak mengetahui apa-apa soal tindak kejahatan Jeffrey Epstein.

Dokumen FBI itu, seperti dilansir Reuters, Rabu (11/2/2026), mengungkapkan bahwa Trump pada tahun 2006, pernah mengatakan kepada seorang pejabat kepolisian AS jika "semua orang mengetahui" kelakuan Epstein, pelaku kejahatan seks anak yang kasusnya menyeret banyak elite politik dan bisnis global.

Hal tersebut terungkap dalam ringkasan wawancara FBI dengan mantan Kepala Kepolisian Palm Beach di Florida, Michael Reiter, yang menjabat tahun 2001-2009. Wawancara itu dilakukan tahun 2019, namun membahas soal pernyataan Trump kepada Reiter via telepon pada tahun 2006.

Ringkasan wawancara FBI itu ada di dalam kumpulan baru dokumen Epstein yang dirilis ke publik oleh Departemen Kehakiman AS pada 30 Januari lalu.

Disebutkan dalam dokumen FBI itu, bahwa pada Juli 2006, ketika dakwaan kejahatan seksual pertama yang menjerat Epstein dipublikasikan, Reiter menerima telepon dari Trump.

"Syukurlah Anda menghentikannya, semua orang mengetahui dia telah melakukan hal ini," kata Trump kepada Reiter pada saat itu, seperti dikutip oleh Reiter saat diwawancarai oleh FBI tahun 2019.

Menurut dokumen yang sama, Trump juga mengatakan kepada Reiter bahwa orang-orang di New York mengetahui tentang Epstein. Trump, berdasarkan dokumen FBI itu, bahkan menasihati Reiter bahwa Ghislaine Maxwell, mantan kekasih dan kaki tangan Epstein, adalah orang yang "jahat".

Trump, menurut dokumen FBI tersebut, juga mengatakan bahwa dirinya pernah berada di dekat Epstein ketika ada remaja-remaja di sana, dan bahwa dirinya "segera pergi dari sana".

Reiter yang pensiun dari kepolisian pada tahun 2009, mengonfirmasi detail wawancara dirinya dengan FBI kepada media lokal Miami Herald, yang pertama kali melaporkan keberadaan dokumen FBI tersebut.

Saat ditanya soal laporan percakapan Trump itu, Departemen Kehakiman mengatakan: "Kami tidak mengetahui adanya bukti yang menguatkan bahwa presiden menghubungi penegak hukum 20 tahun yang lalu."

Trump berteman cukup lama dengan Epstein, mulai tahun 1990-an hingga awal tahun 2000-an, tetapi keduanya berselisih sebelum penangkapan pertama Epstein. Selama ini, Trump selalu membantah dirinya mengetahui kejahatan Epstein.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, ketika dimintai tanggapan soal laporan media tersebut pada Selasa (10/2) mengatakan kepada wartawan bahwa Trump telah "jujur dan transparan" soal dirinya mengakhiri hubungan dengan Epstein.

"Itu adalah panggilan telepon yang mungkin terjadi atau mungkin tidak terjadi pada tahun 2006. Saya tidak tahu jawaban untuk pertanyaan itu," ucapnya.

Epstein ditemukan tewas di sel tahanannya di New York pada tahun 2019 saat menunggu sidang kasus perdagangan seks yang menjeratnya. Kematiannya ditetapkan sebagai bunuh diri, namun memicu teori konspirasi selama bertahun-tahun.

Tonton juga video "Trump: Iran Bodoh Jika Tak Bikin Kesepakatan soal Nuklir dengan AS"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait