Prancis Selidiki Diplomat yang Disebut Berkali-kali di Dokumen Epstein

Prancis Selidiki Diplomat yang Disebut Berkali-kali di Dokumen Epstein

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 11 Feb 2026 17:22 WIB
Departemen Kehakiman AS merilis jutaan halaman dokumen tambahan dalam kasus Jeffrey Epstein pada 30 Januari lalu (AP/Jon Elswick/File)
Departemen Kehakiman AS merilis jutaan halaman dokumen tambahan dalam kasus Jeffrey Epstein pada 30 Januari lalu (AP/Jon Elswick/File)
Paris -

Otoritas Prancis akan menyelidiki seorang diplomat yang namanya disebut berkali-kali dalam dokumen Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seks anak asal Amerika Serikat (AS), yang kasusnya menggemparkan dunia. Nama diplomat Prancis itu muncul dalam sejumlah email kepada Epstein.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, seperti dilansir AFP, Rabu (11/2/2026), telah meminta penyelidikan dilakukan terhadap seorang diplomat bernama Fabrice Aidan. Barrot mengatakan dirinya telah meneruskan tuduhan yang menjerat Aidan kepada jaksa penuntut umum Prancis, dan meluncurkan penyelidikan internal.

"Saya sangat terkejut," kata Barrot dalam pernyataannya pada Rabu (11/2).

Dia menyebut Aidan sebagai "sekretaris utama urusan luar negeri yang sedang cuti karena alasan pribadi dan memegang beberapa posisi di sektor swasta".

Nama-nama yang muncul dalam dokumen Epstein tidak mengindikasikan adanya kesalahan atau pelanggaran hukum. Namun media-media Prancis, setelah menemukan nama Aidan dalam berkas Epstein, melaporkan bahwa dia melakukan korespondensi email dengan Epstein dari tahun 2010 hingga tahun 2017.

Situs web investigatif Mediapart melaporkan pada Selasa (10/2) bahwa Biro Investigasi Federal AS (FBI) telah menandai Aidan sebagai orang yang berkonsultasi dengan situs web pelecehan seksual anak saat dia masih bekerja di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS, dari tahun 2006 hingga tahun 2013, yang memicu penyelidikan internal dan pengunduran dirinya.

Aidan pada saat itu menjadi penasihat untuk Terj Rod-Larsen, mantan diplomat senior Norwegia, yang menurut Kepolisian Norwegia pada Senin (9/2), sedang diselidiki karena hubungannya dengan Epstein.

Laporan Mediapart juga menyebut bahwa Aidan pernah mengirimkan beberapa dokumen dan laporan PBB kepada Epstein.

Aidan belum bisa dihubungi oleh AFP untuk dimintai komentar. Diketahui bahwa pada Rabu (11/2) pagi, Aidan tampaknya menghapus profil jejaring profesionalnya pada situs LinkedIn.

Setelah bekerja di markas besar PBB di New York, Aidan kemudian bekerja untuk badan kebudayaan PBB, UNESCO.

Group perusahaan energi bernama Engie, tempat dia bekerja baru-baru ini, mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah memecatnya.

"Mengingat informasi yang disampaikan kepada kami dan dilaporkan di media tertentu, yang berkaitan dengan periode sebelum dia bergabung dengan grup tersebut, Engie telah memutuskan untuk memberhentikan Fabrice Aidan dari tugasnya," kata perusahaan tersebut.

Dampak dirilisnya dokumen Epstein oleh Departemen Kehakiman AS juga dialami seorang mantan menteri Prancis, Jack Lang, yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala badan budaya terkemuka bernama Institut Dunia Arab. Namun Lang membantah dirinya melakukan pelanggaran hukum, meskipun dia mengaku "terkejut" namanya muncul dalam anggaran dasar perusahaan lepas pantai yang didirikan Epstein tahun 2016.

Tonton juga video "Dokumentasi saat Epstein Diinterogasi Pada 2010"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait