Ramai-ramai Pejabat Mundur Buntut Dokumen Epstein

Ramai-ramai Pejabat Mundur Buntut Dokumen Epstein

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 10 Feb 2026 22:14 WIB
Ramai-ramai Pejabat Mundur Buntut Dokumen Epstein
Foto: Jeffrey Epstein (Dok. Instagram)
Jakarta -

Dokumen terkait pelaku kejahatan seksual Amerika Serikat, Jeffrey Epstein, menggemparkan dunia. Sejumlah pejabat ramai-ramai mundur setelah ikut terseret dari dokumen Epstein.

Sebagaimana diketahui departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mempublikasikan jutaan halaman dokumen baru terkait mendiang terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein pada Jumat (30/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kumpulan dokumen yang dirilis ini mencakup lebih dari tiga juta halaman dokumen, 2.000 video, dan 180.000 gambar. Sejumlah nama tokoh besar pun ikut disebut dalam dokumen ini.

ADVERTISEMENT

Sejumlah pejabat di beberapa negara pun turut terkena masalah akibat dokumen ini. Beberapa di antaranya pun memutuskan mundur.

Dubes Norwegia Mundur

Salah satunya yang memutuskan mundur yakni Duta Besar (Dubes) Norwegia untuk Yordania dan Irak, Mona Juul. Mona Juul, yang memainkan peran kunci dalam negosiasi rahasia Israel-Palestina yang mengarah pada Perjanjian Oslo pada awal tahun 1990-an, termasuk di antara beberapa tokoh Norwegia terkemuka yang terseret dalam rilis dokumen terbaru Epstein.

"Ini adalah keputusan yang tepat dan perlu. Kontak Juul dengan pelaku pelecehan yang dihukum, Epstein, telah menunjukkan kesalahan penilaian yang serius," kata Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide dalam sebuah pernyataan pada Minggu (8/2) waktu setempat, dilansir kantor berita AFP, Senin (9/2/2025).

Sebelumnya, diplomat senior tersebut telah diskors sementara pada hari Senin lalu sambil menunggu penyelidikan atas dugaan hubungannya dengan Epstein, yang tewas di penjara pada tahun 2019 saat menunggu persidangan atas kasus perdagangan seks.

Menurut media Norwegia, Epstein meninggalkan US$10 juta dalam wasiatnya kepada dua anak Juul dengan suaminya, sesama diplomat dan perantara perundingan Oslo, Terje Rod-Larsen.

Eide mengatakan bahwa kementerian akan terus mengadakan pembicaraan dengan Juul selama peninjauan untuk menentukan sejauh mana hubungan mereka.

"Penting untuk memahami ruang lingkup kontak yang dia, sebagai karyawan Kementerian Luar Negeri, miliki dengan Epstein," katanya.

Thomas Skjelbred, pengacara Juul, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia mengundurkan diri karena "situasi yang sekarang dihadapinya membuatnya tidak mungkin untuk menjalankan tugasnya secara bertanggung jawab."

Skjelbred menambahkan bahwa situasi tersebut "telah menjadi beban pribadi yang sangat besar baginya dan keluarga dekatnya," dan bahwa ia akan terus bekerja sama dengan kementerian luar negeri.

Lingkaran politik dan kerajaan Norwegia telah terseret ke dalam skandal Epstein, termasuk CEO Forum Ekonomi Dunia, Borge Brende, dan mantan perdana menteri Thorbjorn Jagland, yang sedang diselidiki atas "korupsi berat".

Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit juga berada di bawah pengawasan karena hubungannya dengan Epstein, yang ia katakan "sangat disesalinya".


Kepala Komunikasi PM Inggris Mundur

Kepala Komunikasi Kantor Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer, Tim Allan, mengundurkan diri juga usai tak kuat menghadapi tekanan karena pemerintahannya bergulat dengan dokumen skandal Jeffrey Epstein. Selain itu Kepala Staf PM Inggris, Morgan McSweeney, juga telah lebih dulu mengundurkan diri.

"Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri agar tim baru di Downing Street dapat dibentuk," kata Tim Allan dalam pernyataan singkat-kurang dari 24 jam setelah kepala staf Starmer juga mengundurkan diri, dilansir kantor berita AFP, Senin (9/2/2026).

Starmer menghadapi seruan dari politisi oposisi untuk mengundurkan diri atas penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar Amerika Serikat. Meskipun mengetahui bahwa Mandelson telah mempertahankan hubungan dengan pelaku kejahatan seksual Epstein setelah pengusaha AS itu dihukum pada tahun 2008.

Sikap PM Inggris Usai Diminta Mundur

Lalu, Starmer berjanji untuk tetap menjabat sebagai pemimpin Inggris. Ia bersiap untuk menghadapi anggota parlemen yang marah karena pemerintahannya telah terlibat dalam skandal Jeffrey Epstein.

Starmer tengah berupaya keras untuk mempertahankan posisinya sebagai Perdana Menteri di tengah seruan pengunduran dirinya atas penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar AS, meskipun ia mengetahui bahwa Mandelson tetap berhubungan dengan Epstein setelah pelaku kejahatan seksual itu dihukum pada tahun 2008.

Dalam pidatonya kepada staf Downing Street, Starmer berjanji untuk "melangkah maju... dengan percaya diri saat kita terus mengubah negara ini", menurut seorang pejabat pemerintah yang berbicara dengan syarat anonim.

Tonton juga video "Ekspresi Bill Gates saat Bilang Menyesal Kenal Epstein"

Halaman 2 dari 4
(rdp/fas)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads