Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa negaranya "tidak akan menyerah pada tuntutan berlebihan" terkait program nuklirnya. Ini disampaikannya pada hari Rabu (11/2), seiring Teheran melanjutkan pembicaraan dengan Amerika Serikat.
"Negara kita, Iran, tidak akan menyerah pada tuntutan berlebihan mereka," katanya dalam pidato untuk peringatan ke-47 Revolusi Islam Iran, yang diperingati di tengah ancaman militer dari Amerika Serikat.
"Iran kita tidak akan menyerah dalam menghadapi agresi, tetapi kita terus berdialog dengan sekuat tenaga dengan negara-negara tetangga untuk membangun perdamaian dan ketenangan di kawasan ini," imbuh pemimpin Iran itu, dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pezeshkian juga mengatakan bahwa negaranya siap untuk "verifikasi apa pun" dari program nuklirnya, dan menegaskan bahwa Teheran tidak berupaya memperoleh senjata atom.
"Kita tidak berupaya memperoleh senjata nuklir. Kita telah menyatakan ini berulang kali dan siap untuk verifikasi apa pun," katanya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran ingin mencapai kesepakatan nuklir. Trump mengatakan "mereka akan bodoh jika tidak melakukannya".
"Seperti yang Anda ketahui, kita memiliki armada besar saat ini yang menuju ke Iran. Kita akan lihat apa yang terjadi. Saya pikir mereka ingin membuat kesepakatan. Saya pikir mereka akan bodoh jika tidak melakukannya," kata Trump kepada Larry Kudlow dari Fox Business dalam sebuah wawancara sebagaimana dilansir CNN, Rabu (11/2/2026).
Trump mengklaim telah melumpuhkan nuklir Iran. Dia juga mengancam Iran apabila tidak menyetujui kesepakatan nuklir dengan AS.
"Kita telah melumpuhkan kekuatan nuklir mereka terakhir kali, dan kita harus melihat apakah kita akan melumpuhkan lebih banyak lagi kali ini," imbuh Trump.
Sekali lagi, Trump menegaskan kembali bahwa Iran ingin membuat kesepakatan - tetapi dia mengingatkan kesepakatan itu harus "kesepakatan yang baik."
"Tidak ada senjata nuklir, tidak ada rudal, tidak ada ini, tidak ada itu, semua hal berbeda yang Anda inginkan," tandas Trump.
Tonton juga video "Iran Tinjau Diplomasi dengan AS di Tengah Ancaman Perang Regional"











































