Media-media internasional ramai-ramai mengulas soal persiapan Indonesia untuk pengerahan pasukan ke Jalur Gaza sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang mengakhiri pertempuran antara Israel dan Hamas. Persiapan Indonesia ini juga ramai dibahas oleh media-media lokal Israel.
Laporan media-media asing itu menyebut Indonesia sebagai yang pertama berkontribusi untuk pasukan keamanan internasional yang dikerahkan ke Jalur Gaza. Setidaknya tiga media Israel yang berbahasa Inggris mengulas soal persiapan pengerahan pasukan oleh Indonesia ke Jalur Gaza.
Salah satunya The Jerusalem Post, yang melaporkan soal persiapan pengerahan TNI itu dalam artikelnya yang berjudul "Indonesia to be first peacekeeping contributor to Gaza's International Stabilization Force".
The Jerusalem Post mengutip laporan media terkemuka Israel, KAN News, yang menjadi salah satu media yang pertama melaporkan soal persiapan pengerahan pasukan TNI ke Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).
"Indonesia akan menjadi negara pertama yang berkontribusi pada Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang akan menangani aspek-aspek perdamaian di Gaza selama fase kedua gencatan senjata pemerintahan Trump, demikian dilaporkan Channel 11 pada Senin (9/2)," tulis The Jerusalem Post dalam laporannya.
Channel 11 merujuk pada nama resmi televisi Kan, yang melaporkan persiapan pengerahan pasukan oleh Indonesia tersebut.
"Selain Indonesia, belum ada negara lain yang beralih dari komitmen umum kepada kesiapan konkret untuk mengerahkan pasukan," sebut The Jerusalem Post.
Media Israel lainnya, Ynetnews, juga melaporkan persiapan pengerahan pasukan TNI itu dalam tulisannya yang berjudul "Indonesia prepares up to 8,000 troops for possible Gaza mission, first state to signal participation".
"Empat bulan setelah penandatanganan perjanjian untuk membentuk pasukan multinasional di Gaza, Indonesia menjadi negara pertama yang secara resmi mengumumkan sedang mempersiapkan pengiriman pasukan ke Jalur Gaza untuk misi perdamaian," demikian penggalan laporan Ynetnews.
(nvc/ita)