Utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk NATO, Matthew Whitaker, menolak klaim yang menuduh AS sedang menghancurkan tatanan dunia. Whitaker menegaskan bahwa Trump justru berupaya membuat tatanan dunia terus berkelanjutan.
Penegasan itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (10/2/2026), disampaikan Whitaker saat menghadiri diskusi panel di Berlin, Jerman, yang digelar pada Senin (9/2) waktu setempat, untuk membahas temuan laporan Konferensi Keamanan Munich.
Dalam forum diskusi tersebut, Whitaker mengkritik laporan Konferensi Keamanan Munich yang memperingatkan tentang pergeseran berbahaya dalam kebijakan luar negeri AS di bawah pemerintahan Trump. Dia menyebut kekhawatiran semacam itu tidak berdasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sepenuhnya menolak semua yang baru saja saya dengar. Saya tidak melihat adanya dunia yang sedang hancur," tegas Whitaker, yang menjabat sebagai Duta Besar AS untuk NATO, dalam diskusi panel tersebut.
"Kami tidak berusaha untuk menghancurkan apa pun. Kami mencoba untuk membuatnya berkelanjutan, membuatnya berhasil," ucapnya.
Whitaker juga menegaskan kembali komitmen AS terhadap keamanan kawasan Eropa, dan menekankan bahwa pemerintahan Trump menginginkan agar Eropa mengambil lebih banyak tanggung jawab dan berbagi beban.
"Kami tidak berupaya membubarkan NATO. Kami berusaha membuat NATO lebih kuat, bukan untuk menarik diri atau menolak NATO tetapi membuatnya berfungsi sebagai yang dimaksudkan, sebagai aliansi dari 32 sekutu yang kuat dan berkemampuan," tegasnya.
Duta Besar AS untuk NATO, Matthew Whitaker Foto: (AP Photo/Andrew Harnik,File) |
Laporan Konferensi Keamanan Munich, yang dirilis pada Senin (9/2), memperingatkan bahwa politik "buldoser" Trump sedang menghancurkan tatanan internasional dan membuka jalan bagi dunia yang dibentuk oleh orang-orang kaya dan berkuasa, serta hegemoni regional.
Berjudul "Under Destruction", laporan tersebut berargumen bahwa tatanan internasional pascaperang yang dibentuk oleh AS selama lebih dari 80 tahun sedang runtuh karena kebijakan-kebijakan pemerintahan Trump. Laporan itu memprediksi keruntuhan ini akan berdampak besar pada krisis dan konflik di seluruh dunia.
Para penyusun laporan tersebut mengatakan bahwa tantangan yang diberikan Trump terhadap tatanan internasional melampaui perubahan kebijakan. Mereka menekankan bahwa pemerintahan Trump mempercayai sistem yang diciptakan setelah Perang Dunia II -- berdasarkan aturan universal, organisasi internasional, dan kerja sama antar demokrasi liberal -- tidak lagi melayani kepentingan AS.
Laporan Konferensi Keamanan Munich itu juga berargumen bahwa Eropa harus meningkatkan upaya-upaya untuk mengembangkan kemampuan pertahanan di tengah meningkatnya ketidakpastian dalam kebijakan luar negeri Trump dan keraguan tentang komitmen Washington terhadap NATO serta keamanan Eropa.
Laporan itu akan dibahas pada Konferensi Keamanan Munich ke-62 yang akan dimulai pada Jumat (13/2) mendatang. Konferensi Keamanan Munich merupakan konferensi tahunan tentang kebijakan keamanan internasional yang digelar di Munich, Jerman.
Tonton juga video "Trump Sebut Pertemuan dengan Presiden Kolombia Petro Berjalan Baik"












































