Ledakan bom di masjid Syiah setelah salat Jumat di Islamabad, Pakistan, menyisakan duka mendalam bagi korban. Ledakan bom itu diinisiasi oleh kelompok radikal Islamic State (ISIS).
Mayoritas korban ledakan itu adalah jemaah salah Jumat Masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra. Masjid itu terletak di area Tarlai, pinggiram kota Islamabad.
detikcom, Sabtu (7/2/2026), merangkum hal yang diketahui sejauh ini berdasarkan laporan AFP dan Aljazeera:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan Mematikan
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan mereka yang berada di balik ledakan itu akan ditemukan dan dibawa ke pengadilan. Serangan itu merupakan yang paling mematikan di ibu kota Pakistan sejak September 2008, ketika 60 orang tewas dalam ledakan bom truk bunuh diri yang menghancurkan sebagian hotel bintang lima Marriott.
Para jurnalis AFP di rumah sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan melihat beberapa orang, termasuk anak-anak, dibawa masuk dengan tandu atau dengan memegang lengan dan kaki mereka.
Petugas medis dan warga sekitar membantu menurunkan korban dengan pakaian berlumuran darah dari bagian belakang ambulans dan kendaraan. Setidaknya satu korban tiba di bagasi mobil.
Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar menyebut serangan itu sebagai "kejahatan keji terhadap kemanusiaan dan pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip Islam".
"Pakistan bersatu melawan terorisme dalam segala bentuknya," katanya dalam sebuah unggahan di X.
Bom Bunuh Diri
Saat ini diketahui, lebih dari 169 orang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut, dengan sebagian besar masih menjalani perawatan medis. Sementara korban tewas saat ini mencapai 31 orang.
Pelaku ledakan masjid ini juga sempat dilihat oleh saksi yang berada di lokasi. Salah satu sumber mengatakan pelaku meledakkan diri di depan pagar.
"Penyerang dihentikan di gerbang dan meledakkan dirinya," tutur sumber keamanan itu kepada AFP.
Keterangan salah satu jemaah masjid tersebut, Muhammad Kazim, yang berusia 52 tahun, menyebutkan bahwa ledakan itu "sangat dahsyat" dan mengguncang saat salat Jumat baru saja dimulai. Kazim juga menyebut sempat terdengar suara tembakan di lokasi, sebelum ledakan terjadi.
"Saat rukuk pertama salat, kami mendengar suara tembakan. Dan saat kami masih dalam posisi rukuk, sebuah ledakan terjadi," tuturnya kepada AFP.
Seorang jemaah lainnya, Imran Mahmood, mengatakan kepada AFP bahwa baku tembak terjadi antara pengebom bunuh diri, kemungkinan seorang kaki tangannya, dan relawan personel keamanan di masjid tersebut.
"Pelaku bom bunuh diri itu mencoba bergerak maju, tetapi salah satu relawan kami yang terluka menembaknya dari belakang, mengenai pahanya," ucap Mahmood kepada AFP.
Mahmood menyebut bahwa setelah itu, pelaku "meledakkan peledak" yang dibawanya.
ISIS Dalangnya
Kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri yang mengguncang sebuah masjid Syiah di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada Jumat (6/2) waktu setempat.
ISIS, dalam pernyataan yang dikutip pemantau komunikasi jihadis, SITE Intelligence Group, mengklaim bertanggung jawab atas ledakan mematikan di Pakistan itu.
Dikatakan oleh ISIS bahwa salah satu militannya telah menargetkan para jemaah, meledakkan rompi peledak, dan "menyebabkan banyak kematian dan korban luka-luka".











































