Iran Kritik Israel: Perluas Militer tapi Tekan Negara Lain Lucuti Senjata

Iran Kritik Israel: Perluas Militer tapi Tekan Negara Lain Lucuti Senjata

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 07 Feb 2026 18:22 WIB
Iran Kritik Israel: Perluas Militer tapi Tekan Negara Lain Lucuti Senjata
Menlu Iran Abbas Araghchi (dok. AFP)
Doha -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, mengkritik Israel soal "doktrin dominasi" setelah Teheran melakukan perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS). Araghchi menyebut doktrin itu memungkinkan Tel Aviv untuk memperluas persenjataan militer, sambil menekan negara-negara lainnya untuk melucuti senjata.

Perundingan antara Iran dan AS yang berlangsung di Oman pada Jumat (6/2) itu merupakan perundingan nuklir pertama sejak pembicaraan sebelumnya kolaps setelah Israel menyerang Iran pada Juni tahun lalu, yang memicu perang selama 12 hari.

Sehari usai menghadiri perundingan dengan AS di Oman, seperti dilansir AFP, Sabtu (7/2/2026), Araghchi berbicara dalam konferensi Al Jazeera Forum yang digelar di Qatar. Dalam pernyataannya, dia melontarkan kritikan terhadap Israel, rival abadi Iran.

"Proyek ekspansionis Israel mengharuskan negara-negara tetangga dilemahkan: secara militer, secara teknologi, secara ekonomi, dan secara sosial," kata Araghchi dalam konferensi tersebut.

"Di bawah proyek ini, Israel bebas untuk memperluas persenjataan militernya tanpa batas... Namun negara-negara lainnya dituntut untuk melucuti senjata. Negara-negara lainnya ditekan untuk mengurangi kapasitas pertahanan. Negara-negara lainnya dihukum karena kemajuan ilmiah," ujarnya.

"Ini adalah doktrin dominasi," sebut Araghchi dalam forum tersebut.

Selama perang tahun lalu, Israel menargetkan para pejabat militer senior Iran, ilmuwan nuklir terkemuka Teheran, dan situs-situs nuklir negara Syiah tersebut, serta area-area permukiman. AS juga ikut mengebom fasilitas-fasilitas nuklir Iran.

Tehran merespons dengan serangan drone dan rudal terhadap target-target di Iran, serta menargetkan pangkalan militer terbesar AS di Qatar.

Dalam perundingan tidak langsung dengan AS yang dimediasi Oman pada Jumat (6/2), Araghchi yang memimpin delegasi Iran menggambarkan suasananya "sangat positif". Dia menyebut perundingan berfokus membahas isu nuklir, tanpa menyinggung isu-isu lainnya.

Washington berupaya membahas program rudal balistik dan dukungan Teheran terhadap kelompok militan di kawasan -- menurut media, isu-isu itu didorong oleh Israel untuk disertakan dalam pembicaraan. Namun Iran berulang kali menolak perluasan cakupan negosiasi di luar isu nuklir.

Dikatakan oleh Araghchi bahwa kedua pihak sepakat untuk melanjutkan perundingan, namun dia memperingatkan AS untuk menahan diri dari "ancaman dan tekanan" agar pembicaraan bisa berlanjut.

Simak juga Video 'Iran-AS Beri Sinyal Positif soal Perundingan Nuklir, Bakal Rujuk?':

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Berita Terkait