Kasus Pembunuhan-Bunuh Diri Sekeluarga Kejutkan Publik Australia

Kasus Pembunuhan-Bunuh Diri Sekeluarga Kejutkan Publik Australia

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 06 Feb 2026 17:40 WIB
Kasus Pembunuhan-Bunuh Diri Sekeluarga Kejutkan Publik Australia
Ilustrasi (dok. Thinkstock)
Perth -

Tragedi kematian empat orang sekeluarga dalam kasus pembunuhan dan bunuh diri telah mengguncang publik Australia. Muncul pertanyaan di publik soal apakah lebih banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu orang tua yang berjuang untuk membesarkan anak-anak mereka yang mengalami keterbatasan.

Kepolisian Australia Barat, seperti dilansir AFP, Jumat (6/2/2026), mengatakan bahwa personel mereka dipanggil ke lokasi kejadian di Mosman Park, Perth, pada Jumat (30/1) lalu, yang mereka duga sebagai tindak pembunuhan dan bunuh diri dalam satu keluarga.

Terdapat empat orang yang ditemukan telah tewas di lokasi kejadian, yang terdiri atas seorang pria dan seorang wanita paruh baya, beserta dua remaja laki-laki. Sebuah catatan ditemukan di lokasi kejadian, dengan tiga hewan peliharaan juga ditemukan sudah mati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Otoritas Australia menolak untuk mengungkapkan nama orang-orang yang tewas. Namun media lokal secara luas melaporkan bahwa mereka adalah Maiwenna Goasdoue yang lahir di Prancis, suaminya yang bernama Jarrod Clune, dan kedua putra mereka, Leon dan Otis.

Akun media sosial Goasdoue menggambarkan sebuah keluarga bahagia yang menikmati waktu-waktu indah di pantai dan merayakan ulang tahun dengan cake juga lilin. Namun kedua putra Goasdoue dan Clune dilaporkan menderita autisme.

"Kami mengetahui bahwa kedua anak tersebut mengalami tantangan kesehatan yang signifikan. Ini adalah situasi yang sangat menyedihkan bagi semua pihak yang terlibat," kata Pelaksana Tugas Inspektur Detektif Jessica Securo kepada wartawan.

Laporan media lokal, yang mengutip sahabat keluarga tersebut, menyebutkan bahwa Goasdoue dan Clune merasa kewalahan dan ditinggalkan, karena tidak menerima dukungan yang memadai dari Skema Asuransi Disabilitas Nasional Australia (NDIS).

Menteri Disabilitas Australia, Mark Butler, menggambarkan kasus itu sebagai "tragedi yang mengerikan", tetapi menolak untuk berkomentar lebih lanjut.

Para pendukung lainnya menyuarakan kekhawatiran tentang pemberitaan media yang meluas bahwa orang tua terpaksa membunuh anak-anak mereka karena kurangnya dukungan yang mereka terima.

Komisioner Diskriminasi Disabilitas Australia, Rosemary Kayess, menegaskan: "Pembunuhan bukanlah pilihan."

"Kita harus menolak gagasan bahwa disabilitas adalah beban. Setiap anak berhak atas kehidupan, keselamatan, dan dukungan, dan keluarga-keluarga harus memiliki akses terhadap bantuan jauh sebelum krisis terjadi," tegasnya.

Lihat juga Video '2 WN Australia Bunuh WN Australia di Bali Dituntut 18 Tahun Penjara':

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait