AS-Iran Mulai Perundingan Nuklir Terbaru di Oman

AS-Iran Mulai Perundingan Nuklir Terbaru di Oman

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 06 Feb 2026 15:57 WIB
AS-Iran Mulai Perundingan Nuklir Terbaru di Oman
Ilustrasi (dok. Getty Images/AFP)
Muscat -

Perundingan terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah dimulai di Oman pada Jumat (6/2) waktu setempat. Ini menjadi perundingan nuklir pertama yang dilakukan kedua negara sejak Washington mengebom situs-situs nuklir Teheran pada Juni tahun lalu, saat Iran berperang melawan Israel.

Perang selama 12 hari pada Juni 2025 yang berkecamuk antara Teheran dan Tel Aviv itu telah menghentikan putaran perundingan nuklir yang sebelumnya berlangsung antara Iran dan AS.

Laporan televisi pemerintah Iran, seperti dilansir AFP, Jumat (6/2/2026), menyebut bahwa pembicaraan antara delegasi Iran dan AS telah dimulai di Muscat, ibu kota Oman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi, sedangkan AS diwakili oleh utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff. Oman yang menjadi tuan rumah, juga akan bertindak sebagai mediator dalam perundingan ini.

ADVERTISEMENT

Araghchi, sebelum menghadiri perundingan dengan AS, sempat melakukan pembicaraan dengan Menlu Oman, Badr al-usaidi, di Muscat pada Jumat (6/2). Dalam pembicaraan itu, Araghchi menegaskan bahwa Iran siap mempertahankan diri dari "tuntutan berlebihan atau adventurisme" AS.

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil "pendekatan menggunakan diplomasi untuk mengamankan kepentingan nasional Iran".

Dalam pernyataan terpisah via media sosial X, Araghchi juga menyampaikan pesan kepada AS untuk "saling menghormati". "Iran memasuki dunia diplomasi dengan mata terbuka dan ingatan yang kuat tentang tahun lalu. Kami terlibat dengan itikad baik dan teguh bagi hak-hak kami," ucapnya.

"Komitmen harus dihormati. Kedudukan yang setara, saling menghormati, dan kepentingan bersama bukanlah retorika -- itu adalah keharusan dan pilar dari kesepakatan yang bertahan lama," cetus Araghchi dalam pernyataannya.

Sementara Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan bahwa delegasi AS berniat untuk menjajaki kemungkinan "nol kapasitas nuklir" bagi Iran dalam perundingan di Oman.

Leavitt, dalam pernyataannya, memperingatkan kembali bahwa Presiden Donald Trump memiliki "banyak opsi selain diplomasi".

Pertemuan antara delegasi Iran dan AS ini berlangsung kurang dari sebulan setelah puncak gelombang unjuk rasa nasional terhadap kepemimpinan ulama di Iran, yang menurut para kelompok HAM, ditindas dengan tindakan keras yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menyebabkan ribuan orang tewas.

"Mereka sedang bernegosiasi," kata Trump saat berkomentar soal Iran pada Kamis (5/2) waktu setempat.

"Mereka tidak ingin kita menyerang mereka, kita memiliki armada besar yang menuju ke sana," sebutnya, merujuk pada kelompok kapal induk AS yang berulang kali disebutnya sebagai "armada".

Simak juga Video 'Trump Tekan Iran dengan Kapal Perang, Harap Negosiasi yang Memuaskan':

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads