Rusia dan Jerman Saling Usir Diplomat, Ada Apa?

Rusia dan Jerman Saling Usir Diplomat, Ada Apa?

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 06 Feb 2026 14:56 WIB
Rusia dan Jerman Saling Usir Diplomat, Ada Apa?
Kedutaan Besar Jerman di Moskow (dok. AFP/NATALIA KOLESNIKOVA)
Moskow -

Rusia mengumumkan pengusiran seorang diplomat Jerman pada Kamis (5/2) waktu setempat, setelah Berlin bulan lalu mengusir seorang pejabat Kedutaan Besar Moskow yang dituduh sebagai agen intelijen yang menangani mata-mata.

Pengusiran diplomat itu menuai reaksi keras dari Jerman yang menyebutnya "sepenuhnya tidak dapat diterima".

Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Jumat (6/2/2026), mengumumkan bahwa pihaknya telah merilis "dokumen yang menyatakan seorang pegawai diplomatik Kedutaan Besar Jerman di Moskow sebagai persona non grata" sebagai "tanggapan simetris".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil Duta Besar Jerman, Alexander Lambsdorff, pada Kamis (5/2) pagi untuk memberitahukan keputusan tersebut.

ADVERTISEMENT

Moskow juga menolak tuduhan spionase yang dilontarkan Berlin terhadap salah satu pejabat diplomatiknya sebagai tuduhan "tidak berdasar", dan balik menuduh Jerman telah mengobarkan "semangat terobsesi pada mata-mata".

"Ditekankan bahwa tuduhan aktivitas intelijen yang tidak berdasar yang diajukan terhadapnya (pejabat diplomatik Rusia-red) oleh para pejabat Belin adalah tidak berdasar dan direkayasa dalam semangat obsesi terhadap spionase yang dipromosikan di Jerman," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya.

Otoritas Jerman, pada Januari lalu, memanggil Duta Besar Rusia di Berlin dan memerintahkan pengusiran seorang diplomat, yang dituduh sebagai seorang agen intelijen yang beroperasi di bawah kedok diplomatik. Rusia pada saat itu menolak keras tuduhan tersebut.

Dalam tanggapannya atas keputusan Rusia mengusir seorang diplomatnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Johann Wadephul menuduh Moskow telah meningkatkan ketegangan yang sudah tinggi di antara kedua negara.

"Pengusiran seorang diplomat Jerman dari Rusia tidak memiliki dasar faktual dan sama sekali tidak dapat diterima," sebut Wadephul saat berbicara kepada wartawan di sela-sela kunjungan ke Brunei.

"Sementara para diplomat kami mematuhi hukum, Rusia mengandalkan peningkatan ketegangan dan spionase dengan kedok diplomasi," ujarnya.

Wadephul mengatakan bahwa "tindakan tidak ramah terbaru dari Rusia... hanya menunjukkan sekali lagi bahwa Rusia memprioritaskan pembalasan yang tidak beralasan daripada diplomasi".

"Kami berhak untuk mengambil tindakan lebih lanjut," tegasnya. Dia menyebut diplomat Jerman yang diusir Rusia itu bagian dari staf atase militer di Kedutaan Besar Jerman di Moskow.

Saksikan Live DetikSore :

Simak juga Video 'Trump: Ada Kabar Baik Terkait Upaya Akhiri Perang Rusia-Ukraina':

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads