Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, seharusnya "sangat khawatir" karena aset militer AS di dekatnya. Presiden China Xi Jinping bicara via telepon secara terpisah dengan Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari yang sama.
Pernyataan Trump itu disampaikan setelah AS telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kelompok tempurnya, mencakup sejumlah kapal perang AS, ke kawasan Timur Tengah beberapa waktu terakhir. Di sisi lain, Washington dan Teheran juga dijadwalkan menggelar perundingan nuklir di Oman.
Sementara itu, Xi dalam percakapan telepon dengan Trump menyerukan "saling menghormati" antara China dan AS. Kemudian dalam percakapan dengan Putin, dia memuji hubungan yang lebih erat antara Beijing dan Moskow.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (5/2/2026):
- Gedung Putih: Perundingan AS-Iran Digelar di Oman pada 6 Februari
Gedung Putih mengatakan bahwa perundingan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dijadwalkan akan digelar di Oman pada Jumat (6/2) besok. Pernyataan ini menepis laporan yang menyebut perundingan itu gagal digelar karena adanya perbedaan pendapat mengenai lokasi dan format pembicaraan.
Seorang pejabat Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Kamis (5/2/2026), mengonfirmasi bahwa Washington tetap akan mengadakan perundingan nuklir dengan Teheran pada Jumat (6/2) waktu setempat di Oman.
Konfirmasi AS ini disampaikan setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengumumkan bahwa perundingan nuklir akan digelar di Muscat, ibu kota Oman. Perundingan ini awalnya dijadwalkan di Turki, sebelum Teheran meminta perubahan lokasi kepada Washington.
- Militer AS di Dekat Iran, Trump Bilang Khamenei Seharusnya Sangat Khawatir
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, seharusnya merasa "sangat khawatir", karena Washington meningkatkan pengerahan aset-aset militernya di kawasan Timur Tengah, tepatnya ke dekat Teheran.
"Saya akan mengatakan, dia seharusnya sangat khawatir, iya, dia seharusnya khawatir," kata Trump dalam wawancara dengan stasiun televisi AS, NBC News, seperti dilansir AFP, Kamis (5/2/2026).
"Seperti yang Anda ketahui, mereka sedang bernegosiasi dengan kita," ucapnya.
(nvc/nvc)