Federasi Palang Merah Internasional dan Perhimpunan Bulan Sabit Merah (IFRC) menyatakan pihaknya "sangat marah" atas pembunuhan seorang paramedis yang sedang bertugas di Jalur Gaza. Paramedis itu tewas akibat serangan yang melanda area Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan pada Rabu (4/2) waktu setempat.
IFRC dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Kamis (5/2/2026), mengatakan bahwa Hussein Hassan Hussein Al-Samiri merupakan "seorang paramedis berdedikasi" yang bertugas untuk Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS).
"Dia terbunuh saat menjalankan tugas kemanusiaan menyelamatkan nyawa di Khan Younis selama serangan melanda area Al-Mawasi," sebut IFRC dalam pernyataannya.
"IFRC menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarganya, teman-teman dan rekan-rekannya dan menyatakan solidaritas penuh dengan PRCS," imbuh pernyataan tersebut.
Serangan yang menewaskan seorang paramedis itu terjadi saat gencatan senjata Gaza masih berlangsung. Sejak gencatan senjata berlaku pada Oktober tahun lalu, rentetan tindak kekerasan terus berlanjut di Jalur Gaza, dengan Israel dan Hamas saling menuduh telah melanggar kesepakatan.
IFRC mengatakan bahwa kematian paramedis itu semakin menambah jumlah staf dan relawan Bulan Sabit Merah Palestina yang tewas di Jalur Gaza saat menjalan tugas. Menurut IFRC, sedikitnya 30 orang tewas sejak perang berkecamuk pada Oktober 2023.
Ditegaskan oleh IFRC bahwa para pekerja kemanusiaan dan staf medis perlu dihormati serta dilindungi setiap saat.
"Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah adalah simbol perlindungan, kemanusiaan, netralitas, dan harapan. Namun seringkali, para relawan dan staf kami terbunuh saat melakukan pekerjaan menyelamatkan nyawa," sebut IFRC dalam pernyataannya.
(nvc/idh)