Paramedis Terbunuh Saat Bertugas di Gaza, Palang Merah Internasional Marah

Paramedis Terbunuh Saat Bertugas di Gaza, Palang Merah Internasional Marah

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 05 Feb 2026 11:52 WIB
Paramedis Terbunuh Saat Bertugas di Gaza, Palang Merah Internasional Marah
Kendaraan Palang Merah Internasional (dok. AFP)
Gaza City -

Federasi Palang Merah Internasional dan Perhimpunan Bulan Sabit Merah (IFRC) menyatakan pihaknya "sangat marah" atas pembunuhan seorang paramedis yang sedang bertugas di Jalur Gaza. Paramedis itu tewas akibat serangan yang melanda area Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan pada Rabu (4/2) waktu setempat.

IFRC dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Kamis (5/2/2026), mengatakan bahwa Hussein Hassan Hussein Al-Samiri merupakan "seorang paramedis berdedikasi" yang bertugas untuk Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS).

"Dia terbunuh saat menjalankan tugas kemanusiaan menyelamatkan nyawa di Khan Younis selama serangan melanda area Al-Mawasi," sebut IFRC dalam pernyataannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"IFRC menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarganya, teman-teman dan rekan-rekannya dan menyatakan solidaritas penuh dengan PRCS," imbuh pernyataan tersebut.

ADVERTISEMENT

Serangan yang menewaskan seorang paramedis itu terjadi saat gencatan senjata Gaza masih berlangsung. Sejak gencatan senjata berlaku pada Oktober tahun lalu, rentetan tindak kekerasan terus berlanjut di Jalur Gaza, dengan Israel dan Hamas saling menuduh telah melanggar kesepakatan.

IFRC mengatakan bahwa kematian paramedis itu semakin menambah jumlah staf dan relawan Bulan Sabit Merah Palestina yang tewas di Jalur Gaza saat menjalan tugas. Menurut IFRC, sedikitnya 30 orang tewas sejak perang berkecamuk pada Oktober 2023.

Ditegaskan oleh IFRC bahwa para pekerja kemanusiaan dan staf medis perlu dihormati serta dilindungi setiap saat.

"Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah adalah simbol perlindungan, kemanusiaan, netralitas, dan harapan. Namun seringkali, para relawan dan staf kami terbunuh saat melakukan pekerjaan menyelamatkan nyawa," sebut IFRC dalam pernyataannya.

"Hilangnya nyawa Hussein menjadi pengingat tragis akan bahaya yang dihadapi oleh mereka yang mendedikasikan hidup mereka untuk membantu orang lain," imbuh pernyataan tersebut.

IFRC yang berbasis di Jenewa, Swiss, merupakan jaringan kemanusiaan terbesar di dunia, dengan lebih dari 17 juta relawan kemanusiaan di lebih dari 191 negara.

Para pejabat kesehatan Gaza melaporkan bahwa rentetan serangan udara dan tembakan tank Israel menewaskan sedikitnya 24 orang pada Rabu (4/2) waktu setempat. Terdapat tujuh anak-anak di antara korban tewas tersebut.

Laporan Reuters, yang mengutip para pejabat kesehatan Gaza, menyebut salah satu korban tewas merupakan seorang paramedis yang bergegas membantu korban serangan di area Khan Younis, dan kemudian tewas akibat serangan kedua di lokasi yang sama.

Militer Israel mengklaim mereka melancarkan serangan setelah salah satu perwira militer mereka terluka oleh "tembakan musuh" di Jalur Gaza.

Lihat juga Video 'Israel Kembali Serang Jalur Gaza, 18 Orang Tewas':

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads