Otoritas China mengeksekusi mati empat terpidana yang dituduh sebagai gembong sindikat penipuan atau scam yang berbasis di Myanmar. Eksekusi mati ini merupakan yang kedua kali dilaksanakan otoritas Beijing dalam waktu kurang dari seminggu terakhir.
Eksekusi mati terhadap para pelaku scam online yang berbasis di Myanmar dilakukan otoritas China seiring meningkatnya penindakan terhadap praktik penipuan melibatkan telekomunikasi lintas perbatasan tersebut.
Pengadilan Rakyat Shenzhen dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Senin (2/2/2026), mengumumkan bahwa eksekusi mati telah dilakukan terhadap empat terpidana mati yang terkait "kelompok kriminal keluarga Bai".
Tindak kejahatan mereka, menurut Pengadilan Rakyat Shenzhen, mencakup "penipuan, pembunuhan berencana, penganiayaan berencana, penculikan, pemerasan ... (dan) prostitusi paksa" di antara kejahatan lainnya.
Disebutkan oleh Pengadilan Rakyat Shenzhen bahwa salah satu terpidana yang bernama Bai Yingcang "juga berkolusi untuk menjual dan memproduksi sekitar 11 ton metamfetamin".
Menurut Pengadilan Rakyat Shenzhen, kelompok tersebut mengelola sejumlah pusat scam di wilayah Kokang, Myanmar bagian utara, di mana tindakan mereka menyebabkan kematian enam warga negara China dan melukai "banyak" orang lainnya.
Keempat orang tersebut telah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan pada November tahun lalu.
(nvc/ita)