Bantah Trump, Iran Bilang Tak Minta Negosiasi dengan AS

Bantah Trump, Iran Bilang Tak Minta Negosiasi dengan AS

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 28 Jan 2026 17:16 WIB
Bantah Trump, Iran Bilang Tak Minta Negosiasi dengan AS
Menlu Iran Abbas Araghchi (dok. AFP)
Teheran -

Otoritas Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak meminta negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), saat ketegangan antara kedua negara semakin meningkat. Penegasan ini membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang beberapa kali mengklaim Teheran menghubungi Washington untuk meminta dialog.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, seperti dilansir Reuters, Rabu (28/1/2026), mengatakan bahwa dirinya belum melakukan kontak dengan Utusan Khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dalam beberapa hari terakhir atau meminta dilakukannya negosiasi.

"Tidak ada kontak antara saya dan Witkoff dalam beberapa hari terakhir, dan tidak ada permintaan untuk negosiasi yang diajukan dari kami," kata Araghchi saat berbicara kepada media pemerintah Iran, Rabu (28/1) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan bahwa berbagai mediator "sedang menggelar konsultasi" dan sedang melakukan kontak dengan Teheran.

"Sikap kami jelas, negosiasi tidak berjalan seiring ancaman-ancaman, dan dialog hanya dapat dilakukan ketika tidak ada lagi ancaman dan tuntutan yang berlebihan," tegas Araghchi dalam pernyataannya.

Trump beberapa kali mengatakan bahwa Iran ingin berdialog dengan AS di tengah ketegangan kedua negara. Dalam wawancara terbaru dengan media Axios, dia juga mengatakan bahwa Teheran tertarik untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.

Diklaim oleh Trump bahwa Iran menghubungi AS berkali-kali untuk meminta dialog.

"Mereka (Iran-red) ingin membuat kesepakatan. Saya mengetahui itu. Mereka telah menelepon berkali-kali. Mereka ingin berdialog," sebutnya.

Saat berpidato pada Selasa (27/1), Trump kembali mengharapkan adanya dialog saat membahas ketegangan antara AS dan Iran. "Saya harap mereka mencapai kesepakatan," ucapnya.

Sejak Iran melakukan penindakan keras terhadap para demonstran yang memprotes pemerintah, yang diwarnai pemadaman internet secara total, pada awal bulan ini, Trump memberikan sinyal yang beragam mengenai intervensi militer.

Awal bulan ini, Trump hampir saja memerintahkan serangan terhadap target rezim di Iran terkait pembunuhan ribuan demonstran di negara tersebut. Namun dia menunda keputusannya, sembari juga mengerahkan aset-aset militer AS ke kawasan tersebut.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kepada Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), pada Selasa (27/1) bahwa Teheran menyambut baik setiap proses, dalam kerangka hukum internasional, yang mencegah perang.

Sementara Witkoff, pada awal bulan ini, mengatakan bahwa kesepakatan apa pun harus mencakup larangan pengayaan uranium di Iran, pemusnahan uranium yang telah diperkaya, pembatasan persediaan rudal jarak jauh Teheran, dan pengurangan dukungan Iran terhadap kelompok proksi di kawasan Timur Tengah.

Iran sebelumnya menyatakan kesediaan untuk bernegosiasi dengan AS, tetapi secara tegas menolak persyaratan yang disebutkan Witkoff.

Simak juga Video Trump Woro-woro soal Armada Besar, Iran Tak Gentar

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait