Tegang dengan Iran, Kapal Induk AS Segera Tiba di Timur Tengah

Tegang dengan Iran, Kapal Induk AS Segera Tiba di Timur Tengah

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 23 Jan 2026 10:44 WIB
Tegang dengan Iran, Kapal Induk AS Segera Tiba di Timur Tengah
Kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, akan tiba di kawasan Timur Tengah beberapa hari mendatang (dok. REUTERS/Mike Blake/File Photo)
Washington DC -

Kapal induk Amerika Serikat (AS) dan aset-aset militer lainnya akan tiba di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang, di tengah ketegangan dengan Iran. Pengerahan ini dilakukan meskipun Presiden AS Donald Trump menyuarakan harapan untuk menghindari serangan baru terhadap Iran.

Sejumlah kapal perang AS, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal penghancur, serta beberapa jet tempur mulai bergerak dari kawasan Asia-Pasifik pekan lalu, seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS setelah penindakan keras terhadap para demonstran di negara tersebut.

Dua pejabat AS yang enggan disebut namanya, seperti dilansir Reuters, Jumat (23/1/2026), menyebut pengerahan kapal induk dan aset militer lainnya itu akan tiba di Timur Tengah beberapa hari ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut salah satu pejabat AS itu, sistem pertahanan udara tambahan juga sedang dipertimbangkan untuk Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

AS sering meningkatkan jumlah pasukannya di kawasan Timur Tengah pada saat ketegangan regional meningkat, hal yang menurut para pakar dapat bersifat defensif sepenuhnya.

Namun, militer AS meningkatkan pengerahan militer secara besar-besaran musim panas lalu, menjelang serangan terhadap program nuklir Iran pada Juni tahun lalu, kemudian membual tentang bagaimana mereka merahasiakan niat mereka untuk menyerang.

Trump telah berulang kali mengancam akan melakukan intervensi terhadap Iran atas pembunuhan para demonstran selama unjuk rasa baru-baru ini. Namun aksi protes mereda pekan lalu dan retorika Trump soal Iran juga mereda.

Dia telah mengalihkan perhatiannya ke isu-isu geopolitik lainnya, termasuk upayanya menguasai Greenland.

Pada Rabu (21/1), Trump mengatakan dirinya berharap tidak akan ada lagi aksi militer AS di Iran. Namun dia juga mengatakan bahwa AS akan bertindak jika Teheran melanjutkan program nuklirnya.

"Mereka tidak boleh menjalankan program nuklir. Jika mereka melakukannya, itu akan terjadi lagi," tegas Trump dalam wawancara dengan CNBC di Davos, Swiss, sembari menekankan serangan udara besar-besaran AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.

Tonton juga video "Iran Peringatkan AS di PBB: Setiap Agresi Akan Dibalas dengan Tegas!"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads