Inginnya Caplok Greenland tapi Trump Salah Sebut Mulu saat Pidato

Inginnya Caplok Greenland tapi Trump Salah Sebut Mulu saat Pidato

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Jan 2026 06:32 WIB
Inginnya Caplok Greenland tapi Trump Salah Sebut Mulu saat Pidato
Foto: Donald Trump (AFP/MANDEL NGAN).
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersikeras sekali ingin menguasai Greenland. Tapi, Trump salah sebut mulu saat pidato.

Dirangkum detikcom, Jumat (23/1/2026), Trump berulang kali salah ucap dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia yang berkumpul di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Trump menyebut "Iceland" atau Islandia beberapa kali saat bermaksud mengucapkan Greenland.

Gedung Putih, seperti dilansir AFP, membantah keras adanya kebingungan yang dialami Trump saat berpidato dalam forum penting dunia tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump, yang kini berusia 79 tahun, telah bersikeras agar AS mengakuisisi Greenland, pulau strategis di kawasan Arktik yang merupakan wilayah otonomi Denmark. Trump menjadikan ancaman keamanan dari Rusia dan China di Lingkaran Arktik sebagai alasannya.

Pada Rabu (21/1), Trump mengumumkan adanya "kerangka kerja" untuk kesepakatan masa depan tentang Greenland, dan membatalkan tarif yang direncanakan akan dikenakan terhadap negara-negara Eropa yang menentang langkahnya menguasai Greenland.

ADVERTISEMENT

Meskipun dalam pidatonya, Trump membuat sekutu-sekutu NATO geram dengan kritikannya, yang semakin memicu ketegangan dalam hubungan transatlantik.

"Saya membantu NATO, dan sampai beberapa hari terakhir, ketika saya memberitahu mereka tentang Iceland, mereka menyukai saya," kata Trump dalam pidatonya pada Rabu (21/1) di Davos.

"Mereka tidak ada di sana untuk kita soal Iceland -- itu yang bisa saya pastikan. Maksud saya, pasar saham kita mengalami penurunan pertama kemarin karena Iceland. Jadi Iceland sudah merugikan kita banyak uang," sebutnya.

Tampak jelas bahwa Trump merujuk pada Greenland, bukan Iceland yang berukuran lebih kecil di dekatnya. Iceland merupakan pulau di Atlantik Utara yang terkenal dengan pemandangan vulkaniknya yang menakjubkan.

Setelah pidato Trump, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt memberikan pembelaan dengan merespons postingan seorang jurnalis bernama Libbey Dean di media sosial X, yang mengkritik Presiden AS tersebut.

"Presiden Trump tampaknya mencampuradukkan Greenland dan Iceland sekitar tiga kali," tulis Dean dalam postingannya.

Leavitt memberikan bantahan dengan mengatakan: "Tidak, Libby. Pernyataan tertulisnya menyebut Greenland sebagai 'potongan es' karena memang itulah adanya. Hanya Anda yang mencampuradukkan semuanya di sini."

Dia secara sengaja menuliskan nama jurnalis itu secara keliru.

Selama pidatonya di Davos, Trump sering menyimpang dari naskah yang ditampilkan pada teleprompter. Hal semacam ini sering dilakukannya.

Peristiwa di Davos tersebut menuai komentar Gubernur California Gavin Newsom, dari Partai Demokrat yang dianggap sebagai capres potensial dalam pemilu tahun 2028 mendatang. "Semua ini tidak normal. Ada normalisasi, penyimpangan kesadaran," sebutnya.

Masalah ketajaman mental menjadi isu sensitif bagi Trump. Selama kampanye pilpres 2024 lalu, dia menyerang mantan Presiden Joe Biden yang disebutnya menderita demensia.

Simak juga Video 'Trump Pastikan Tak Gunakan Kekerasan untuk Kuasai Greenland':

Halaman 2 dari 3
(whn/wnv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads