Netanyahu Setuju Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Netanyahu Setuju Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 21 Jan 2026 15:25 WIB
Netanyahu Setuju Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump
PM Israel Benjamin Netanyahu (dok. REUTERS/Ronen Zvulun/Pool/ File Photo)
Tel Aviv -

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu setuju untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang disebut bertujuan untuk menyelesaikan konflik-konflik secara global.

Keputusan Netanyahu untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian itu, seperti dilansir AFP, Rabu (21/1/2026), diumumkan oleh kantor PM Israel dalam pernyataan terbaru pada Rabu (21/1) waktu setempat.

"Perdana Menteri Netanyahu mengumumkan bahwa dirinya telah menerima undangan Presiden AS Donald Trump dan akan bergabung sebagai anggota Dewan Perdamaian, yang akan terdiri dari para pemimpin dunia," kata kantor Netanyahu dalam pernyataannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dewan Perdamaian pada awalnya dirancang untuk mengawasi pembangunan kembali Jalur Gaza pascaperang, tetapi dalam undangan yang dikirimkan oleh AS kepada para pemimpin dunia menguraikan peran lebih luas dalam mengakhiri konflik-konflik secara global, tidak terbatas pada wilayah Palestina saja.

ADVERTISEMENT

Draf piagam pembentukan Dewan Perdamaian yang dikirimkan ke sekitar 60 negara oleh pemerintahan Trump juga menyerukan agar para anggotanya memberikan kontribusi US$ 1 miliar (Rp 16,9 triliun) jika ingin keanggotaan permanen, atau lebih dari tiga tahun yang menjadi masa keanggotaan normal untuk dewan tersebut.

Bagian pembukaan dalam draf piagam Dewan Perdamaian itu menyebut bahwa dewan tersebut "berupaya untuk mempromosikan stabilitas, memulihkan pemerintahan yang dapat diandalkan dan sah, dan mengamankan perdamaian abadi di area-area yang terdampak atau terancam oleh konflik".

Dewan Perdamaian akan dipimpin oleh Trump sendiri, yang juga akan "secara terpisah menjabat" sebagai perwakilan AS.

Puluhan negara dan pemimpin dunia telah menyatakan mereka mendapat undangan Trump. Namun Prancis, sekutu lama AS, mengindikasikan tidak akan bergabung. Para diplomat asing menilai inisiatif Dewan Perdamaian yang digagas Trump itu dapat membahayakan kinerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Selain Dewan Perdamaian, Trump pekan lalu juga mengungkapkan pembentukan "Dewan Eksekutif Gaza" yang beroperasi di bawah badan tersebut. Dewan Eksekutif Gaza beranggotakan para tokoh regional dan internasional, termasuk Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan diplomat veteran Qatar Ali Al-Thawadi.

Netanyahu menyatakan sangat keberatan dengan disertakannya perwakilan dua negara tersebut. Baru-baru ini, Netanyahu juga menolak partisipasi tentara Turki dan Qatar dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang akan dikerahkan ke Jalur Gaza setelah perang berakhir.

Alasan penolakan itu tidak dijelaskan lebih lanjut. Namun diketahui bahwa hubungan antara Israel dan Turki semakin memburuk sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023 lalu.

Lihat juga Video: Trump Mau Bentuk Dewan Perdamaian: PBB Tak Banyak Membantu

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads