Amukan Kim Jong Un Bikin Seseorang Hilang Jabatan

Amukan Kim Jong Un Bikin Seseorang Hilang Jabatan

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 20 Jan 2026 21:16 WIB
Amukan Kim Jong Un Bikin Seseorang Hilang Jabatan
Foto: Kim Jong Un saat mengecek pabrik mesin di Ryongsong (AFP/STR)
Pyongyang -

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengamuk saat meninjau pabrik. Amukan Kim langsung membuat pejabat Korut kehilangan jabatan di lokasi peninjauan.

Kim disebut marah-marah saat meninjau pabrik mesin industri. Dia menilai pabrik itu tidak mengalami kemajuan.

Kim langsung memecat pejabat senior yang bertugas mengurus kebijakan ekonomi. Dia mengatakan pejabat itu tidak kompeten.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir AFP, Selasa (20/1/2026), Kim Jong Un juga mengancam pejabat lain yang dinilainya 'tidak kompeten'. Media pemerintah Korut, KCNA, menyebut Kim menganggap para pejabat itu kasar dan tidak bertanggung jawab melaksanakan tugas yang diberikannya.

"Karena para pejabat pengarah ekonomi yang tidak bertanggung jawab, kasar, dan tidak kompeten, proyek modernisasi tahap pertama Kompleks Mesin Ryongsong mengalami kesulitan," kata Kim.

ADVERTISEMENT

Dia mengecam para pejabat yang 'terlalu lama terbiasa dengan sikap pesimis, tidak bertanggung jawab, dan pasif'. Setelah marah-marah, Kim langsung memecat Wakil Perdana Menteri Kabinet Yang Sung Ho di tempat.

Kim menyebut Yang Sung Ho 'tidak layak dipercayakan dengan tugas-tugas berat'. Dia kemudian menganalogikan Yang Sung Ho seperti seekor kambing menarik gerobak.

"Sederhananya, itu seperti memasangkan gerobak pada kambing, kesalahan yang tidak disengaja dalam proses penunjukan kader kita," jelas pemimpin Korea Utara itu.

"Lagipula, yang menarik gerobak adalah lembu, bukan kambing," lanjutnya.

Kim juga mengingatkan para pembuat kebijakan ekonomi saat ini 'hampir tidak mampu membimbing upaya penyesuaian kembali industri negara secara keseluruhan dan peningkatan teknologinya'.

Pyongyang diketahui sedang mempersiapkan kongres pertama partai penguasa dalam lima tahun terakhir, dengan para analis memperkirakan akan diadakan dalam beberapa minggu mendatang.

Kim Janji Berantas Pejabat Korut yang Jahat

Sebelumnya, Kim Jong Un juga bersumpah untuk memberantas 'praktik jahat' di kalangan pejabat Korut. Dia menegur sikap kerja beberapa pejabat Korut yang disebutnya 'tidak aktif' dan 'tidak bertanggung jawab'.

Teguran itu, seperti dilansir AFP, disampaikan Kim Jong Un saat berbicara dalam rapat komite pusat Partai Buruh Korea pada bulan lalu. Rapat besar itu dihadiri para petinggi partai penguasa Korut.

Pertemuan itu membahas isu-isu kebijakan utama serta rencana untuk kongres partai penguasa yang akan datang yang menjadi kongres partai pertama dalam lima tahun terakhir di Korut. Kongres Partai Buruh Korea itu diperkirakan digelar bulan depan.

Saat menutup rapat besar itu pada Kamis (11/12/2025), menurut laporan kantor berita KCNA, Kim Jong Un mengecam 'sudut pandang ideologis yang keliru dan sikap kerja yang tidak aktif dan tidak bertanggung jawab' dari beberapa pejabat Korut.

Kim Jong Un menyerukan kepada para pejabat Korut untuk memiliki 'keyakinan dan keberanian yang besar untuk masa depan perjuangan dan tujuan kita'. Dia juga 'menegaskan praktik jahat harus dikoreksi'.

KCNA tidak memberikan rincian spesifik soal 'kekurangan dan praktik jahat' yang dimaksud Kim itu. Namun, laporan KCNA menyebut partai berkuasa di Korut telah mengungkap banyak 'penyimpangan' disiplin yang merupakan istilah lebih halus untuk praktik korupsi dalam beberapa waktu terakhir.

Kim Jong Un juga melontarkan pujian kepada tentara-tentara Korut yang bertempur bersama militer Rusia melawan Ukraina. Menurut perkiraan Korea Selatan (Korsel), sedikitnya 600 tentara Korut tewas dan ribuan tentara lainnya mengalami luka-luka dalam perang itu.

"Kinerja mereka menunjukkan kepada dunia mengenai prestise yang dimiliki tentara dan negara kita sebagai tentara yang selalu menang dan menjadi pelindung sejati keadilan internasional," kata Kim Jong Un dalam pujiannya.

Para analis mengatakan bahwa Pyongyang menerima bantuan keuangan, teknologi militer, serta pasokan makanan dan energi dari Moskow sebagai imbalan atas pengiriman pasukan. Kim Jong Un, dalam pernyataannya, juga memuji upaya tahun ini dalam 'memodernisasi' pertahanan negara untuk menghadapi perubahan geopolitik dan teknologi global yang besar.

Lihat juga Video: Peluncuran Kapal Perang Korut Berujung Kecelakaan, Kim Jong Un Murka

Halaman 2 dari 2
(haf/haf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads