5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 16 Jan 2026 17:45 WIB
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Kapal induk USS Abraham Lincoln (Foto: REUTERS/Mike Blake/File Photo)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda serangan militer apa pun terhadap Iran. Hal ini diungkapkan oleh para pejabat AS di tengah meruncingnya ketegangan antara Iran dan AS.

Dilansir Al Arabiya, Jumat (16/1/2026), seorang pejabat senior AS mengatakan kepada media terkemuka AS, New York Times, bahwa Netanyahu meminta presiden Amerika itu untuk menunda rencana serangan tersebut.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (16/1/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Selandia Baru Tutup Kedutaan di Iran dan Pulangkan Diplomat

Pemerintah Selandia Baru mengatakan telah menutup sementara kedutaan besarnya di Teheran, Iran dan menerbangkan pulang para diplomatnya. Ini dilakukan karena memburuknya situasi keamanan di Iran.

ADVERTISEMENT

Staf diplomatik meninggalkan Iran dengan selamat menggunakan penerbangan komersial semalam, kata juru bicara kementerian luar negeri Selandia Baru pada Jumat (16/1).

Disebutkan bahwa operasi kedutaan Teheran sementara ini dipindahkan ke Ankara, Turki, karena "situasi keamanan yang memburuk" di Iran.

- Dapat Hadiah Nobel dari Pemimpin Oposisi Venezuela, Trump Bilang Gini

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima pemberian hadiah Nobel Perdamaian milik pemimpin oposisi Venezuela, MarΓ­a Corina Machado. Perempuan itu menyerahkan hadiah bergengsi itu kepada Trump selama pertemuan mereka di Gedung Putih pada hari Kamis (15/1) waktu setempat.

"Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk bertemu MarΓ­a Corina Machado dari Venezuela, hari ini," tulis Trump dalam sebuah unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social.

"MarΓ­a memberikan Hadiah Nobel Perdamaiannya kepada saya atas pekerjaan yang telah saya lakukan. Sebuah isyarat yang luar biasa dari rasa saling menghormati," imbuhnya, dilansir CNN, Jumat (16/1/2026).

- Menegangkan! Kapal Induk AS Bergerak ke Timur Tengah

Kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perang pengawalnya sedang dalam perjalanan menuju Timur Tengah dari Laut China Selatan. Ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan AS dengan Iran.

Dilansir Al Arabiya, Jumat (16/1/2026), media terkemuka AS, New York Times yang mengutip dua pejabat yang berbicara dengan syarat anonim, melaporkan bahwa kapal induk dan kapal-kapal pengawalnya dapat tiba di wilayah tersebut dalam waktu sekitar satu minggu.

Lebih lanjut, laporan tersebut mengutip para pejabat yang mengatakan bahwa "sejumlah pesawat tempur, kemungkinan termasuk kombinasi jet tempur, pesawat serang, dan pesawat pengisian bahan bakar, diperkirakan akan segera mulai berdatangan ke wilayah tersebut."

- Saudi Cs Bujuk Trump Tak Serang Iran karena Akan Berdampak Buruk

Arab Saudi, Qatar, dan Oman memimpin upaya untuk membujuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar tidak menyerang Iran karena mengkhawatirkan "dampak buruk yang parah di kawasan itu."

Dilansir kantor berita AFP dan Al Arabiya, Jumat (16/1/2026), seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan bahwa ketiga negara Teluk tersebut "memimpin upaya diplomatik yang panjang dan mendesak untuk meyakinkan Presiden Trump agar memberi Iran kesempatan untuk menunjukkan itikad baik." Pejabat yang tak ingin disebut namanya itu, menambahkan bahwa dialog masih terus berlanjut.

Upaya negara-negara Teluk tersebut bertujuan untuk "menghindari situasi yang tidak terkendali di kawasan itu," kata pejabat Saudi tersebut.

- Netanyahu Bujuk Trump Tunda Serangan ke Iran

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda serangan militer apa pun terhadap Iran. Hal ini diungkapkan oleh para pejabat AS di tengah meruncingnya ketegangan antara Iran dan AS.

Dilansir Al Arabiya, Jumat (16/1/2026), seorang pejabat senior AS mengatakan kepada media terkemuka AS, New York Times, bahwa Netanyahu meminta presiden Amerika itu untuk menunda rencana serangan tersebut.

Seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan kepada AFP bahwa Saudi, Qatar, dan Oman juga telah memimpin upaya untuk membujuk Trump agar tidak menyerang Iran, karena khawatir akan "dampak buruk yang serius di kawasan itu."

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads