Selandia Baru Tutup Kedutaan di Iran dan Pulangkan Diplomat

Selandia Baru Tutup Kedutaan di Iran dan Pulangkan Diplomat

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 16 Jan 2026 15:44 WIB
Selandia Baru Tutup Kedutaan di Iran dan Pulangkan Diplomat
Selandia Baru menutup sementara kedutaannya di Iran setelah aksi demo besar-besaran (Foto: via REUTERS/Stringer)
Jakarta -

Pemerintah Selandia Baru mengatakan telah menutup sementara kedutaan besarnya di Teheran, Iran dan menerbangkan pulang para diplomatnya. Ini dilakukan karena memburuknya situasi keamanan di Iran.

Staf diplomatik meninggalkan Iran dengan selamat menggunakan penerbangan komersial semalam, kata juru bicara kementerian luar negeri Selandia Baru pada Jumat (16/1).

Disebutkan bahwa operasi kedutaan Teheran sementara ini dipindahkan ke Ankara, Turki, karena "situasi keamanan yang memburuk" di Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami terus menyarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran. Warga Selandia Baru yang saat ini berada di negara itu harus segera pergi," kata juru bicara tersebut, dilansir kantor berita AFP, Jumat (16/1/2026).

ADVERTISEMENT

Kementerian luar negeri Selandia Baru mengatakan bahwa mereka memiliki kemampuan yang "sangat terbatas" untuk memberikan bantuan konsuler kepada warga Selandia Baru di Iran.

Tantangan komunikasi yang parah mempersulit orang untuk menghubungi keluarga dan teman di Iran, kata juru bicara kementerian tersebut, menyarankan warga Selandia Baru di sana untuk menghubungi kerabat mereka jika memungkinkan.

Menurut sejumlah pakar dan saksi mata, rangkaian demonstrasi anti-pemerintah di Iran telah mencapai tahap yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah 47 tahun Republik Islam tersebut.

Saat sebagian masyarakat turun ke jalan di berbagai kota di Iran, Presiden AS Donald Trump mengancam bakal "menyerang dengan sangat keras ke titik terlemah" jika pihak otoritas Iran menindak para demonstran. Trump pun menambahkan, AS "siap membantu" para demonstran.

Menanggapi ancaman Trump, Iran bersumpah bakal menyerang sekutu dan kepentingan AS di kawasan tersebut. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan demonstrasi tersebut dimanipulasi oleh "musuh-musuh Iran".

Tonton juga video "Turki Tolak Intervensi Militer Asing di Iran, Dorong Jalur Diplomasi"

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads