Iran dan Amerika Serikat memanas! Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan bahwa pemerintah Saudi terus mendorong dialog dan solusi damai di tengah meningkatnya risiko eskalasi militer antara AS dan Iran.
"Kami percaya pada dialog, dan kami percaya dalam menyelesaikan setiap perbedaan pendapat di meja perundingan," kata Adel al-Jubeir, dilansir Al Arabiya, Kamis (15/1/2026).
"Kami berharap masalah dapat diselesaikan dengan cara itu," imbuhnya.
Pernyataan al-Jubeir ini disampaikan ketika Washington dan Teheran saling melontarkan ancaman setelah janji Presiden AS Donald Trump untuk "menghantam" Iran dengan keras atas tindakan kerasnya terhadap para demonstran yang menggelar aksi demo antipemerintah secara besar-besaran.
Berbicara di Forum Mineral Masa Depan di Riyadh, al-Jubeir menyatakan Kerajaan percaya bahwa ketidakstabilan tidak mendukung prospek pembangunan di wilayah mana pun.
Ketika didesak tentang kemungkinan tumbangnya rezim Iran dan apa yang mungkin terjadi setelahnya, al-Jubeir memberikan tanggapan yang tegas.
"Keputusan itu sepenuhnya berada di tangan rakyat Iran. Saya rasa saya tidak berada dalam posisi untuk memberi tahu negara lain bagaimana seharusnya negara itu diperintah," katanya. Dia menambahkan bahwa Arab Saudi dan seluruh dunia mengamati situasi ini dengan sangat cermat.
(ita/ita)