5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 14 Jan 2026 17:12 WIB
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: pool/Getty Images)
Jakarta -

Ikhwanul Muslimin cabang Mesir mengecam penetapan kelompok mereka sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat (AS). Ikhwanul Muslimin menegaskan bahwa kelompoknya menolak kekerasan dan tidak menimbulkan ancaman bagi AS.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump, pada Selasa (13/1) waktu setempat, secara resmi menetapkan tiga cabang Ikhwanul Muslimin yang ada di Lebanon, Yordania, dan Mesir sebagai organisasi teroris. Washington menyatakan kelompok tersebut memicu risiko bagi AS dan kepentingan Amerika di kawasan Timur Tengah.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (14/1/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Geram, Iran Serang Balik Jerman Usai Dikritik Soal Demo Besar-besaran

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengecam Jerman atas standar ganda dan kemunafikannya dalam hal hak asasi manusia. Hal ini disampaikannya menyusul komentar Kanselir Jerman Friedrich Merz yang menuduh negara itu membunuh para demonstran dan menyebut rezim Iran tengah "menjalani hari-hari terakhir".

ADVERTISEMENT

Araghchi mengatakan bahwa Jerman adalah pemerintah yang "mungkin paling tidak tepat" untuk memberi ceramah kepada negara lain tentang hak asasi manusia. Dia menyebut kredibilitas Berlin telah "hancur" oleh dukungan totalnya terhadap genosida Amerika Serikat-Israel di Gaza.

"Ketika Iran mengalahkan teroris yang membunuh warga sipil dan petugas polisi, kanselir Jerman bergegas menyatakan bahwa 'kekerasan adalah ekspresi kelemahan'," tulis Araghchi di media sosial X, dilansir media Iran, Press TV, Rabu (14/1/2026).

- Bertambah, 2.571 Orang Tewas dalam Demo Besar-besaran di Iran

Korban tewas dalam unjuk rasa antipemerintah yang digelar secara besar-besaran di Iran telah bertambah. Menurut data terbaru kelompok hak asasi manusia (HAM), HRANA, sedikitnya 2.571 orang tewas, yang sebagian besar disebut akibat penindakan keras oleh otoritas Iran terhadap demonstran.

Gelombang unjuk rasa mengguncang Iran sejak bulan lalu, yang dimulai pada 28 Desember di area Grand Bazaar Teheran ketika para demonstran, yang sebagian besar pedagang dan pemilik toko, memprotes soal memburuknya kondisi ekonomi, dengan mata uang Rial Iran mengalami depresiasi tajam.

Aksi protes itu meluas ke beberapa kota lainnya dan berkembang menjadi gerakan lebih luas yang menantang pemerintahan teokratis yang berkuasa di Iran sejak revolusi tahun 1979 silam. Beberapa hari terakhir, unjuk rasa itu diwarnai kerusuhan dan rentetan kekerasan.

- Memanas! Tegang dengan Iran, AS Buka Pusat Pertahanan Udara di Qatar

Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan pembukaan pusat baru di Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar untuk mengkoordinasikan pertahanan udara dan rudal di kawasan tersebut. Pembukaan pusat Pertahanan Udara Timur Tengah tersebut dilakukan seiring Presiden AS Donald Trump mengancam intervensi militer di Iran yang dilanda aksi protes besar-besaran.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Selasa (13/1) waktu setempat, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa 17 negara aktif di fasilitas militer di Qatar tersebut.

Pertahanan Udara Timur Tengah - Sel Operasi Pertahanan Gabungan (MEAD-CDOC) yang baru dibentuk tersebut, terletak di Pusat Operasi Udara Gabungan (CAOC), dan mencakup para personel dari AS dan mitra-mitra regional.

- Ngeri! Crane Roboh Hantam Kereta Penumpang di Thailand, 22 Orang Tewas

Sebuah crane konstruksi berukuran besar di Thailand, yang sedang digunakan membangun rel kereta cepat, roboh dan menghantam rangkaian kereta penumpang yang sedang melaju di bawahnya. Sedikitnya 22 orang tewas dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tragis ini.

Kecelakaan mematikan ini, seperti dilansir AFP dan The Nation, Rabu (14/1/2026), terjadi di wilayah Si Khiu, Nakhon Ratchasima, pada Rabu (14/1) pagi waktu setempat. Wilayah tersebut berjarak sekitar 230 kilometer sebelah timur laut ibu kota Bangkok.

Kepolisian Thailand mengumumkan sedikitnya 22 orang tewas, dengan sekitar 40 orang lainnya mengalami luka-luka.

- Ditetapkan AS Jadi Organisasi Teroris, Ikhwanul Muslimin Meradang

Ikhwanul Muslimin cabang Mesir mengecam penetapan kelompok mereka sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat (AS). Ikhwanul Muslimin menegaskan bahwa kelompoknya menolak kekerasan dan tidak menimbulkan ancaman bagi AS.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump, pada Selasa (13/1) waktu setempat, secara resmi menetapkan tiga cabang Ikhwanul Muslimin yang ada di Lebanon, Yordania, dan Mesir sebagai organisasi teroris. Washington menyatakan kelompok tersebut memicu risiko bagi AS dan kepentingan Amerika di kawasan Timur Tengah.

"Penetapan ini tidak sesuai dengan kenyataan dan tidak didukung oleh bukti," tegas Ikhwanul Muslimin cabang Mesir dalam pernyataan online mereka, seperti dilansir AFP, Rabu (14/1/2026).

Tonton juga Video Terpopuler Sepekan: Yaqut Jadi Tersangka, Maduro Ditangkap AS

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads