Semua Mata Tertuju ke Trump Jelang Keputusan Soal Intervensi Iran

Semua Mata Tertuju ke Trump Jelang Keputusan Soal Intervensi Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 14 Jan 2026 16:35 WIB
Semua Mata Tertuju ke Trump Jelang Keputusan Soal Intervensi Iran
Presiden AS Donald Trump (dok. Getty Images via AFP/ALEX WONG)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih mempertimbangkan langkah untuk melakukan intervensi terhadap situasi di Iran, yang dilanda unjuk rasa antipemerintah besar-besaran yang diwarnai kerusuhan.

Trump telah memperingatkan bahwa Iran akan "terkena dampak parah" jika para demonstran dibunuh. Peringatan itu memicu pertanyaan soal tindakan apa yang mungkin diambil oleh AS, seiring terus berlanjutnya kerusuhan di negara Syiah tersebut.

Dengan semakin meningkatnya ketegangan, perhatian kini tertuju pada Gedung Putih dan potensi dampak dari langkah Trump selanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim keamanan nasional Trump, seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (14/1/2026), mengelar pertemuan pada Selasa (13/1) pagi waktu AS untuk membahas situasi di Iran dan meninjau intelijen terbaru dari lapangan.

ADVERTISEMENT

Pertemuan kedua yang melibatkan para pejabat AS yang lebih senior dijadwalkan pukul 16.00 EST untuk menilai perkembangan lebih lanjut. Trump tidak menghadiri pertemuan pagi, dan pertemuan sore diperkirakan akan dipimpin oleh Wakil Presiden AS, JD Vance.

Dalam pernyataan via media sosial Truth Social pada Selasa (13/1) sore, Trump menyerukan kepada para demonstran Iran untuk terus berunjuk rasa dan mendorong mereka untuk "MENGAMBIL ALIH INSTITUSI KALIAN!!!".

Trump juga mengatakan bahwa "bantuan akan segera datang", dan bahwa dirinya membatalkan semua pertemuan yang dijadwalkan dengan para pejabat Iran. Teheran, dalam beberapa hari terakhir, telah menghubungi Washington untuk membangun kembali jalur komunikasi setelah ancaman-ancaman Trump.

Ketika ditanya soal jenis bantuan apa yang mungkin diberikan AS kepada Iran, di sela-sela kunjungan ke Michigan pada Selasa (13/1), Trump mengatakan kepada wartawan bahwa mereka "harus mencari tahu sendiri".

Trump sebelumnya mengatakan bahwa Iran "dalam masalah besar" setelah unjuk rasa meletus dan kemudian mengumumkan tarif 25 persen untuk negara mana pun yang melakukan bisnis dengan Teheran.

Para pejabat AS menekan bahwa tidak ada perubahan pada postur kekuatan militer AS di Timur Tengah, meskipun diskusi sedang berlangsung untuk memberikan berbagai opsi kepada Trump.

Di antara pertimbangan utama adalah bagaimana membantu rakyat Iran mendapatkan kembali akses internet, setelah pemerintah memadamkan internet nasional. Starlink milik Elon Musk telah berupaya menyediakan konektivitas internet gratis, meskipun ada upaya Teheran dan Garda Revolusi Iran untuk memblokir layanan tersebut.

Opsi serangan militer juga sedang disiapkan untuk ditinjau oleh Trump, meskipun sejauh ini, dia belum memutuskan apakah atau kapan akan mengambil tindakan tersebut.

Simak juga Video Trump Ancam akan Bertindak Usai Ribuan Orang Tewas Imbas Demo di Iran

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads