Trump: Infrastruktur Venezuela Bisa Dibangun Lagi dalam Hitungan Bulan

Trump: Infrastruktur Venezuela Bisa Dibangun Lagi dalam Hitungan Bulan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 06 Jan 2026 15:59 WIB
Trump: Infrastruktur Venezuela Bisa Dibangun Lagi dalam Hitungan Bulan
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Nathan Howard)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperkirakan infrastruktur energi Venezuela akan mampu dibangun kembali dalam hitungan bulan, hingga bisa "beroperasi kembali", setelah serangan pasukan AS yang berujung penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Membahas keterlibatan jangka panjang AS di Venezuela, seperti dilansir NBC News dan CNN, Selasa (6/1/2026), Trump mengatakan perusahaan-perusahaan minyak akan membutuhkan waktu kurang dari 18 bulan untuk membangun kembali infrastruktur energi Venezuela.

"Saya pikir kita bisa melakukannya dalam waktu kurang dari itu, tetapi akan membutuhkan banyak uang," kata Trump kepada NBC News pada Senin (5/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejumlah besar uang harus dikeluarkan, dan perusahaan-perusahaan minyak akan mengeluarkannya, dan kemudian mereka akan mendapatkan penggantian dari kita atau melalui pendapatan," ujarnya.

Trump telah menyatakan kegembiraan atas prospek perusahaan minyak AS mendapatkan akses ke sumber daya minyak Venezuela yang melimpah. Namun menurut sumber-sumber industri yang berbicara kepada CNN, para eksekutif minyak AS kemungkinan besar tidak akan langsung terjun ke dalamnya.

Situasi di lapangan masih sangat tidak pasti, dengan industri minyak Venezuela dalam keadaan kacau. Caracas sendiri memiliki sejarah menyita aset minyak AS.

Dalam wawancara dengan NBC News tersebut, Trump juga mengatakan bahwa Venezuela tidak akan menggelar pemilu baru dalam 30 hari ke depan, karena AS harus "memperbaiki" negara tersebut.

"Kita harus memperbaiki negara ini terlebih dahulu. Anda tidak bisa menggelar pemilu. Tidak mungkin rakyat bisa menggunakan hak suaranya," ucap Trump.

"Itu akan membutuhkan waktu. Kita harus -- kita harus memulihkan kesehatan negara ini," cetusnya.

Lebih lanjut, Trump bersikeras menyatakan bahwa AS tidak sedang berperang dengan Venezuela. "Tidak, kita tidak (berperang dengan Venezuela)," tegasnya.

"Kita berperang melawan orang-orang yang menjual narkoba. Kita berperang melawan orang-orang yang mengosongkan penjara mereka ke negara kita, dan mengosongkan para pecandu narkoba mereka, dan mengosongkan rumah sakit jiwa mereka ke negara kita," kata Trump dalam wawancara tersebut.

Dia mengatakan bahwa sekelompok pejabat AS -- termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, dan Wakil Presiden JD Vance -- akan membantu mengawasi keterlibatan AS di Venezuela.

"Ini adalah kelompok yang terdiri atas semua orang. Mereka memiliki semua keahlian, keahlian yang berbeda-beda," sebutnya.

Namun, Trump hanya memiliki satu kata untuk menjawab siapa yang paling bertanggung jawab: "Saya."


Simak juga Video Rentetan Tembakan di Dekat Istana Presiden Usai Pengganti Maduro Dilantik

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini