Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dirinya membahas situasi Venezuela dalam percakapan telepon terbaru dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Erdogan mengatakan kepada Trump bahwa Venezuela tidak boleh jatuh ke dalam kekacauan, setelah AS menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.
Erdogan mengatakan dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Selasa (6/1/2026), bahwa dirinya berbicara melalui telepon dengan Trump baru-baru ini untuk membahas soal operasi militer AS di Venezuela pada Sabtu (3/1) lalu, yang berujung penangkapan Maduro -- sekutu Erdogan -- di ibu kota Caracas.
"Setiap serangan terhadap kedaulatan rakyat dan setiap pelanggaran hukum internasional akan menimbulkan komplikasi serius dalam tatanan internasional," kata Erdogan kepada Trump saat keduanya berbicara via Telepon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Venezuela tidak boleh jatuh ke dalam kekacauan atau ketidakstabilan," ujar Erdogan mengutip pesannya kepada Trump, saat berbicara kepada televisi lokal Turki setelah rapat kabinet pada Senin (5/1) waktu setempat.
Setelah berbulan-bulan melontarkan ancaman dan mengerahkan taktik tekanan, AS mengerahkan pasukan militer untuk membombardir Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari dan menggulingkan Maduro dari kekuasaan, yang mengakhiri 12 tahun pemerintahannya.
Maduro, yang kini ditahan di penjara New York, telah menjalani sidang perdana di pengadilan federal Manhattan pada Senin (5/1) waktu setempat atas berbagai tuduhan, termasuk dugaan konspirasi narkoterorisme. Dia mengaku tidak bersalah atas rentetan dakwaan yang dijeratkan terhadapnya.
"Ketika tindak kekerasan mengalahkan hukum, maka ketidakstabilan, krisis, dan konflik akan terjadi," ucap Erdogan memperingatkan.
Lebih lanjut, Erdogan mengatakan bahwa pemerintahannya berupaya melakukan yang terbaik untuk Turki dan rakyat Venezuela.
"Kita berupaya untuk bertindak demi kepentingan terbaik Turki dan rakyat Venezuela yang bersahabat, dalam perjuangan mereka untuk kemakmuran, perdamaian, dan pembangunan," cetusnya.
"Tuan Maduro dan rakyat Venezuela telah berulang kali menunjukkan persahabatan mereka terhadap negara kita," imbuh Erdogan.
Dia menambahkan bahwa Turki berada di "garis depan" negara-negara di seluruh dunia yang membela keadilan, legitimasi, dan hukum internasional.
Trump sebelumnya bersikeras menyatakan AS "bertanggung jawab" atas Venezuela, setelah penggulingan Maduro. Dia juga mengatakan bahwa AS akan "mengelola" Venezuela tanpa batas waktu dan memanfaatkan cadangan minyaknya yang sangat besar.
Simak juga Video: Mayoritas Pasukan Keamanan Maduro Tewas Saat Diserbu AS










































