Singapura Mulai Cairkan Voucer Rp 3,8 Juta untuk Setiap Rumah Tangga

Singapura Mulai Cairkan Voucer Rp 3,8 Juta untuk Setiap Rumah Tangga

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 02 Jan 2026 14:52 WIB
Singapura Mulai Cairkan Voucer Rp 3,8 Juta untuk Setiap Rumah Tangga
Ilustrasi dolar Singapura (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Singapura -

Setiap rumah tangga di Singapura dapat mengklaim voucer CDC senilai SGD 300 atau Rp 3,8 juta mulai hari ini. Voucer itu merupakan bagian dari dukungan pemerintah untuk meringankan rumah tangga, pedagang kaki lima hingga supermarket.

Dilansir The Straits Times, Jumat (2/1/2026), voucher itu bisa diklaim secara online oleh penerimanya. Setengah atau SGD 150 dari voucer dapat digunakan di pedagang kaki lima dan pedagang di kawasan pinggiran kota yang terdaftar dalam program tersebut.

Sementara, setengah lainnya dapat digunakan di supermarket yang berpartisipasi. Voucer tersebut berlaku hingga 31 Desember 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebenarnya, voucer tersebut telah diumumkan oleh Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Singapura, Lawrence Wong, pada tahun Anggaran 2025. Dia menyebut sekitar 1,3 juta rumah tangga di Singapura masing-masing akan mendapatkan SGD 800 atau sekitar Rp 10,3 juta dalam bentuk voucer CDC.

ADVERTISEMENT

Dari jumlah itu, sebanyak SGD 500 telah dicairkan pada Mei 2025 dan sisanya SGD 300 mulai dicairkan Januari 2026. Voucer itu merupakan bagian dari Paket Jaminan untuk membantu warga Singapura mengatasi tekanan biaya hidup.

Wakil Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong, mengatakan tahun 2025 bukanlah tahun yang mudah. Berdasarkan perkiraan awal, ekonomi Singapura tumbuh 4,8% untuk keseluruhan tahun 2025.

Gan, yang juga Menteri Perdagangan dan Industri, mengatakan pemerintah harus melihat dengan jelas tantangan masa depan. Dia mengatakan hal itu terjadi saat rantai pasokan sedang dibentuk ulang, kebijakan perdagangan menjadi lebih terfragmentasi, dan teknologi kecerdasan buatan (AI) mengubah cara bisnis beroperasi dan cara lapangan kerja diciptakan.

Dia memperingatkan pertumbuhan di tahun-tahun mendatang kemungkinan akan lebih tidak merata dan lebih tidak pasti. Dia menjelaskan alasan Tinjauan Strategi Ekonomi (ESR) telah dibentuk untuk mengamankan masa depan ekonomi Singapura, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan upah, dan memberikan peluang baru bagi warga Singapura.

"Kami akan membantu perusahaan kami untuk meningkatkan nilai tambah, dan membekali pekerja kami dengan keterampilan, kemampuan beradaptasi, dan kepercayaan diri yang diperlukan untuk berkembang dalam ekonomi yang berubah," katanya dalam peluncuran tahap kedelapan voucer CDC di klub komunitas Punggol 21 pada Jumat (2/1).

Dia mengatakan voucer CDC dan ESR bekerja sama. Dia menyebut voucer memberikan jaminan langsung dan dukungan praktis, sementara ESR meletakkan dasar untuk peluang dan ketahanan di masa depan.

Terdapat lebih dari 24.000 pedagang kaki lima serta delapan supermarket dengan sekitar 400 gerai yang berpartisipasi dalam program voucer CDC. Wali Kota Distrik Barat Daya dan ketua komite Wali Kota, Low Yen Ling, mengaku gembira dengan banyaknya pedagang kaki lima yang menawarkan diskon atau harga khusus untuk membantu rumah tangga memanfaatkan voucer tersebut lebih maksimal.

"Ini mencerminkan semangat 'Kita Utama' dan komunitas yang tangguh yang menjaga lingkungan kita tetap peduli dan terhubung."

Voucer CDC telah diperkenalkan selama pandemi COVID-19. Skema ini dilanjutkan setelah pandemi untuk membantu mengurangi dampak kenaikan harga terhadap warga Singapura.

Halaman 3 dari 2
(haf/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads