Badai tropis Koto mulai mendekat ke Vietnam. Badai tersebut menewaskan sedikitnya tiga orang dan menyebabkan satu orang hilang ketika angin kencang dan gelombang tinggi menghantam kapal-kapal di lepas pantai Vietnam, yang dilanda banjir.
Diketahui, hujan deras telah mengguyur wilayah tengah Vietnam dalam beberapa pekan terakhir. Akibatnya hujan deras itu membanjiri situs-situs bersejarah dan tujuan wisata populer, serta menyebabkan kerugian ratusan juta dolar.
Pihak berwenang memerintahkan kapal-kapal untuk mendarat dan mengalihkan puluhan penerbangan karena Koto menimbulkan gelombang besar dan angin kencang yang berbahaya.
Baca juga: 40 Orang Tewas Akibat Banjir di Vietnam |
Sementara itu, dilaporkan sebanyak dua kapal tenggelam di laut lepas, yaitu sebuah kapal penangkap ikan di provinsi Khanh Hoa dan sebuah rakit yang lebih kecil di Lam Dong juga tenggelam, menurut kementerian lingkungan hidup. Kementerian tersebut menyatakan total tiga orang tewas dan pihak berwenang masih mencari korban keempat.
Badai tropis Koto kini berada lebih dari 300 kilometer (185 mil) dari lepas pantai pada Minggu pagi, setelah diturunkan statusnya dari topan menjadi badai tropis.
Biro cuaca Vietnam menyatakan badai bergerak lambat dan diperkirakan akan melemah lebih lanjut sebelum menghantam pantai pada minggu depan.
Badan ini memperkirakan hujan hingga 150 milimeter (enam inci) pada hari Selasa dan Rabu dari Hue hingga Khanh Hoa -- wilayah yang baru saja pulih dari banjir bersejarah.
Vietnam berada di salah satu wilayah siklon tropis paling aktif di Bumi dan biasanya dilanda 10 topan atau badai setiap tahun, tetapi Koto adalah yang ke-15 pada tahun 2025.
Bencana alam telah menyebabkan lebih dari 400 orang tewas atau hilang pada tahun ini di Vietnam. Selain itu bencana alam juga menyebabkan kerugian lebih dari $3 miliar, menurut kantor statistik nasional.
Negara Asia Tenggara ini rentan terhadap hujan lebat antara bulan Juni dan September, tetapi para ilmuwan telah mengidentifikasi pola perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia yang membuat cuaca ekstrem lebih sering terjadi dan merusak.
Lihat juga Video: Imbas Topan Kalmaegi, Bangkai Kapal Abad ke-14 Muncul di Pantai Vietnam
(yld/knv)