Brasil Kaji Pembalasan untuk Tarif 50 Persen Trump

Brasil Kaji Pembalasan untuk Tarif 50 Persen Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 29 Agu 2025 15:35 WIB
Brazils former President and presidential candidate Luiz Inacio Lula da Silva speaks at an election night gathering on the day of the Brazilian presidential election run-off, in Sao Paulo, Brazil, October 30, 2022. REUTERS/Mariana Greif
Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva (dok. Reuters/Mariana Greif)
Brasilia -

Pemerintah Brasil sedang mempertimbangkan langkah-langkah perdagangan sebagai pembalasan untuk tarif 50 persen yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap berbagai produk impor negara tersebut.

Dua sumber pemerintah Brasil mengatakan seperti dilansir AFP, Jumat (29/8/2025), Presiden Luiz Inacio Lula da Silva telah memberikan persetujuannya untuk sebuah studi tentang langkah balasan apa -- jika ada -- yang dapat diambil untuk penerapan tarif sangat besar oleh AS tersebut.

Tarif sebesar 50 persen itu diyakini oleh pemerintah Brasilia, menurut dua sumber pemerintah, sebagai hukuman yang diberikan Trump atas persidangan kasus upaya kudeta yang menjerat mantan Presiden Jair Bolsonaro, sekutu sang Presiden AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump, beberapa waktu terakhir, mengkritik persidangan terhadap Bolsonaro sebagai "perburuan penyihir". Dia bahkan mengutip kasus Bolsonaro sebagai pembenaran atas tarif 50 persen terhadap Brasil.

ADVERTISEMENT

Kementerian Perdagangan dan Industri Brasil memiliki waktu 30 hari untuk menentukan apakah tarif AS termasuk dalam Undang-undang Timbal Balik Ekonomi yang baru-baru ini disahkan.

Jika iya, menurut sumber diplomatik Brasil, maka sekelompok pakar akan mengusulkan langkah-langkah balasan, yang dapat mencakup tarif timbal balik.

Disebutkan lebih lanjut oleh sumber tersebut bahwa pemerintah Brasil akan secara resmi memberitahu AS pada Jumat (29/8) mengenai keputusannya untuk memeriksa kemungkinan tindakan balasan.

"Ruang untuk konsultasi diplomatik masih terbuka," sebut sumber diplomatik Brasil tersebut.

Undang-undang Timbal Balik Ekonomi, yang diadopsi mulai April lalu, memungkinkan pemerintah Brasil untuk mengambil "langkah balasan" terhadap negara-negara yang secara sepihak bertindak merugikan daya saing Brasil.

Langkah-langkah itu mencakup penangguhan konsesi perdagangan, investasi, atau perjanjian kekayaan intelektual. Langkah balasan semacam itu dimaksudkan sebagai tindakan terakhir jika negosiasi dengan negara atau blok perdagangan lainnya berujung kegagalan.

Hubungan antara Brasil dan AS menemui jalan buntu sejak tarif 50 persen untuk kopi dan produk Brasil lainnya mulai diberlakukan pada 6 Agustus. Lula da Silva, pada Kamis (28/8), mengeluhkan bahwa Washington "tuli" terhadap keluhan Brasilia.

"Kami tidak dapat berbicara dengan siapa pun dari Amerika Serikat," ucapnya.

Lihat Video 'Dikenakan Tarif 50%, Presiden Brasil Ogah Telepon Trump':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads