Israel mengatakan sistem pertahanan udaranya pada Selasa (18/3), telah mencegat sebuah rudal yang diluncurkan dari wilayah Yaman, yang menjadi markas kelompok Houthi yang didukung Iran. Suara sirene yang memperingatkan serangan udara meraung-raung di beberapa wilayah selatan Israel saat serangan rudal berlangsung.
Laporan Komando Front Dalam Negeri pada militer Israel, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Rabu (19/3/2025), menyebut sirene peringatan serangan udara berbunyi di area Beersheba dan sebagian gurun Negev pada Selasa (18/3) waktu setempat.
"Sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman telah dicegat oleh IAF (Angkatan Bersenjata Israel) sebelum melintasi wilayah Israel," sebut militer Israel dalam pernyataannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini merupakan serangan pertama yang dilaporkan terhadap Israel dari wilayah Yaman sejak gencatan senjata Gaza mulai diberlakukan pada 19 Januari lalu.
Sejauh ini belum ada pernyataan dari kelompok Houthi terkait serangan rudal itu.
Pada Selasa (18/3), Houthi yang menargetkan Israel sebelumnya, mengecam dimulainya kembali rentetan serangan Tel Aviv terhadap Jalur Gaza. Houthi bersumpah untuk meningkatkan dukungan terhadap Palestina, setelah awal bulan ini mengancam akan menyerang kapal-kapal terkait Israel di Laut Merah.
Rentetan serangan udara Israel yang melanda beberapa wilayah Jalur Gaza pada Selasa (18/3), menurut otoritas kesehatan Gaza, telah menewaskan lebih dari 400 orang. Gelombang serangan terbaru Israel ini disebut sebagai serangan paling mematikan terhadap Jalur Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan.
Serangan-serangan Tel Aviv itu dilancarkan saat upaya memperpanjang gencatan senjata Gaza dilanda kebuntuan.
Simak juga Video: Serangan Dadakan Israel ke Gaza, Lebih dari 400 Orang Tewas
Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.
Dewan politik tertinggi Houthi, dalam pernyataannya, mengutuk keras "dimulainya kembali agresi musuh Zionis terhadap Jalur Gaza".
"Rakyat Palestina tidak akan ditinggalkan sendirian dalam pertempuran ini, dan Yaman akan melanjutkan dukungan dan bantuannya, dan meningkatkan langkah-langkah konfrontasi," tegas pernyataan Houthi itu.
Houthi, yang merupakan bagian dari "poros perlawanan" Iran terhadap Israel dan sekutunya Amerika Serikat (AS), melancarkan serangkaian serangan drone dan rudal terhadap kapal-kapal yang melintas di Laut Merah dan sekitarnya, juga terhadap wilayah Israel, selama perang Gaza berkecamuk.
Diklaim oleh Houthi bahwa serangan-serangannya itu merupakan bentuk solidaritas untuk warga Palestina di Jalur Gaza.
Simak juga Video: Serangan Dadakan Israel ke Gaza, Lebih dari 400 Orang Tewas